Kota Seoul, Korea Selatan, bersiap mencetak sejarah baru dalam sistem transportasi publik perkotaannya dengan menghadirkan kembali layanan kereta ringan berbasis jalur trem (tram). Melalui proyek pembangunan Jalur Wirye (Wirye Line), moda transportasi trem jalan raya (streetcar) dijadwalkan kembali beroperasi di kawasan metropolitan Seoul untuk pertama kalinya setelah vakum selama 58 tahun, menyusul penutupan jaringan trem terakhir kota tersebut pada tahun 1968. Proyek penting ini menandai babak baru kebangkitan transportasi publik modern yang ramah lingkungan di Korea Selatan.
Jalur Wirye dirancang membentang sepanjang 5,4 kilometer di kawasan tenggara Seoul, menghubungkan Stasiun Macheon pada Jalur Subway 5 hingga Stasiun Bokjeong yang melayani Jalur 8 serta Suin-Bundang Line, beserta satu jalur cabang menuju Stasiun Namwirye. Proyek transportasi massal yang melintasi 12 perhentian ini dikembangkan untuk mengakomodasi mobilitas penduduk di kota mandiri Wirye New Town.
Dalam tahap pengujian awalnya, rangkaian trem menjalani serangkaian uji jalan ekstensif untuk memastikan aspek akselerasi, pengereman, tingkat kebisingan, getaran, serta keandalan sistem persinyalan dan komunikasi berjalan sempurna sebelum resmi dibuka untuk publik.
Sebagai wujud penerapan teknologi transportasi berkelanjutan masa kini, seluruh armada trem di Jalur Wirye mengusung konsep bebas kabel catenary-free. Rangkaian kereta ringan yang diproduksi oleh Woojin Industrial Systems ini ditenagai menggunakan sistem baterai canggih dan sel bahan bakar (fuel cells), sehingga tidak memerlukan kabel aliran listrik lintas atas yang dapat merusak estetika perkotaan.
Selain ramah lingkungan, rangkaian trem modern ini juga dilengkapi dengan sistem bantuan pengemudi otonom (Autonomous Driving Assistance System) berbasis sensor LiDAR dan kamera canggih yang mampu mendeteksi potensi hambatan di sepanjang jalur secara real-time.
Kehadiran kembali trem di Seoul ini tidak hanya sekadar menghadirkan nostalgia moda transportasi masa lampau, tetapi juga menjadi cetak biru bagi kota-kota lain di Korea Selatan yang mulai melirik sistem angkutan trem bebas kabel untuk mengatasi kemacetan dan mengurangi polusi.
Dengan frekuensi perjalanan yang direncanakan tiba setiap 9 menit pada jam sibuk dan 15 menit di luar jam sibuk, Jalur Wirye diharapkan mampu memberikan integrasi moda yang mulus bagi para penglaju komuter di kawasan metropolitan Seoul.
Tingkatkan Kualitas Udara, Seoul Metro Kurangi Debu Halus di Stasiun Kereta Bawah Tanah
