Setiap aktivitas masyarakat khususnya wilayah Jabodetabek sangat menghargai waktu. Bahkan transportasi umum kini menjadi andalan utama dalam menempuh jarak dari keberangkatan hingga tujuan untuk melakukan aktivitas keseharian. Salah satunya menggunakan perjalanan Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter yang kerap kali menjadi acuan karena bisa memangkas waktu dengan cepat.
Kabar beredar bahwa ada salah satu perjalanan KRL kini dilakukan pemangkasan jarak (headway) KRL. Hal tersebut merupakan berita baik khususnya buat para penumpang KRL yang menggunakan di jalur tersebut. Pemangkasan ini akan mengurangi penumpukan dan desak-desakan saat menunggu kedatangan kereta. Menurutnya, jika waktu headway kereta dipangkas, makin banyak pilihan untuk anker sehingga tak terfokus pada satu kereta.
Penumpang mengaku sebelumnya saat menunggu KRL bisa mencapai 10 menit lebih. Bahkan saat 10 menit tersebut, penumpang kembali menumpuk di peron. Saat KRL tiba, berdesak-desakan pun tak terhindarkan di dalam rangkaian. Biasanya terjadi pada jam kerja mulai pukul 07.00 – 10.00 WIB. Bahkan saat pulang bekerja mulai pukul 17.00 WIB hingga malam hari pukul 21.00 WIB.
Kabar bahwa akan direalisasikan perjalanan dengan pemangkasan headway KRL, tentu penumpang merasa terbantu. Lebih banyak penumpang menanggapi dengan positif. Mereka menilai, pemangkasan ini bisa mempercepat perjalanannya menuju tempat kerja. Jarak KRL yang akan dipersingkat tersebut rencananya akan dilakukan setiap 5 menit sekali. Tentu tanggapan dari masyarakat pun lebih lega. Karena kedatangan kereta api bisa lebih cepat dan tidak terlalu berdesakan seperti sebelumnya.
Besarnya kebutuhan terhadap layanan greenline terlihat dari jumlah penumpang yang menggunakan lintas Rangkasbitung setiap harinya. KAI Commuter mencatat rata-rata pengguna mencapai 245.085 orang per hari. Volume pelanggan di lintas Rangkasbitung juga menunjukkan tren peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2022, jumlah pelanggan tercatat 43.317.716 orang.
Setahun kemudian, jumlah tersebut melonjak menjadi 62.085.471 pelanggan. Pada 2024, volumenya kembali meningkat menjadi 69.999.362 pelanggan dan pada 2025 mencapai 77.552.716 pelanggan. Sementara itu, sepanjang Januari hingga Mei 2026, jumlah pelanggan telah mencapai 33.397.420 orang.
Kepadatan pada lintas ini juga tergambar dari tingkat okupansi saat jam sibuk. Okupansi puncak Rangkasbitung Line saat ini mencapai sekitar 161 persen. Angka tersebut berada di atas okupansi puncak lintas Bogor yang sekitar 130 persen serta lintas Bekasi/Cikarang yang berada di kisaran 140 persen. Data tersebut menunjukkan tingginya tekanan kapasitas pada layanan KRL lintas Rangkasbitung.
Menjadi Saksi Sejarah Perang Kemerdekaan, Stasiun Rangkasbitung juga Sebagai Tombak Perekonomian
