Perjalanan menggunakan kereta cepat Shinkansen di Jepang terkenal akan kecepatannya yang presisi. Bagi para penumpang yang memiliki jadwal padat dan harus berpindah kota dalam waktu singkat, membeli oleh-oleh khas daerah kerap kali menjadi kendala akibat terbatasnya waktu untuk berbelanja di dalam stasiun.
Menjawab kebutuhan tersebut, sebuah vending machine berdesain kuning mencolok kini hadir secara khusus di peron Shinkansen Stasiun Shin-Osaka untuk menjajakan kudapan khas lokal secara serba cepat.
Mesin berpendingin ini menjual produk Osaka Ikaten, yakni kripik cumi panggang bersalut adonan (sea squid crackers) buatan produsen camilan bersejarah asal Nagoya, Bankaku Sohonpo.
Meski perusahaan tersebut telah berdiri sejak 127 tahun lalu dan terkenal dengan produk olahan udangnya (Yukari), mereka meracik Osaka Ikaten khusus untuk menangkap esensi kuliner khas Osaka, yaitu ikayaki (pancake cumi panggang tradisional). Kombinasi rasa cumi gurih yang dipadukan dengan sentuhan daun shiso (kemangi Jepang) menjadikan kripik ini salah satu buah tangan paling populer sejak pertama kali diperkenalkan 11 tahun lalu.
Inisiatif penempatan vending machine di dalam peron ini bertujuan memudahkan penumpang yang ingin langsung membeli oleh-oleh tanpa harus keluar dari area peron atau mengantre di toko suvenir stasiun.
Mesin ini ditempatkan di peron jalur 25 dan 26 Stasiun Shin-Osaka, tepatnya di dekat titik pemberhentian Gerbong 9 Shinkansen. Satu kemasan isi 12 porsi Osaka Ikaten dijual seharga 950 yen (sekitar Rp99.000) dan hanya menerima pembayaran nontunai (cashless payment) demi mempercepat proses transaksi.
Langkah ini menambah deretan otomatisasi fasilitas di Stasiun Shin-Osaka yang semakin memanjakan para pengguna jasa kereta api. Sebelumnya, JR Central juga telah mengoperasikan berbagai vending machine unik di sepanjang peron Shinkansen, mulai dari mesin penyedia es batu Rock Ice Glass, kopi segar, hingga es cream populer. Kehadiran inovasi ini membuktikan bahwa efisiensi transportasi modern di Jepang dapat berjalan berdampingan dengan promosi kekayaan kuliner lokal.
