Wednesday, September 16, 2026
HomeHot NewsPengembangan Stasiun Gambir Tengah Direncanakan, Ini yang Bakal Disiapkan KAI

Pengembangan Stasiun Gambir Tengah Direncanakan, Ini yang Bakal Disiapkan KAI

Sebagai stasiun besar dipusat kota Jakarta, tentu membutuhkan pelayanan serta kenyamanan bagi masyarakat pengguna kereta api. Salah satunya Stasiun Gambir yang makin kesini tuai sorotan media. Ya, pengembangan Stasiun Gambir yang digadang-gadang akan menjadi stasiun hub yang terkoneksi dengan transportasi lainnya, mulai disiapkan dan direncanakan untuk beberapa tahun kedepan.

Hal ini tentu pihak PT Kereta Api Indonesia Persero atau KAI tengah menyiapkan pengembangan Stasiun Gambir untuk menghadapi pertumbuhan mobilitas masyarakat Jakarta dan Jabodetabek dalam jangka panjang. Stasiun yang selama ini menjadi salah satu simpul utama perjalanan kereta api jarak jauh (KAJJ) itu diproyeksikan berkembang menjadi hub transportasi terintegrasi yang terhubung dengan MRT, LRT, dan TransJakarta.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, mengatakan Stasiun Gambir memiliki posisi strategis karena nantinya dapat terhubung dengan jaringan transportasi massal lainnya, termasuk MRT Jakarta di Stasiun Monas. Rencana tersebut telah masuk dalam Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) KAI 2026-2030.

Pengembangan Gambir dilakukan dengan mempertimbangkan semakin kuatnya konektivitas antarmoda transportasi di kawasan pusat Jakarta. Menurut Anne, kehadiran MRT Jakarta, perkembangan LRT Jakarta, serta jaringan TransJakarta akan meningkatkan posisi Stasiun Gambir sebagai salah satu titik penting pergerakan masyarakat.

KAI memperkirakan kawasan Gambir akan menjadi salah satu hub mobilitas masyarakat Jakarta dan Jabodetabek seiring semakin terintegrasinya berbagai moda transportasi. Karena itu, KAI mulai menyiapkan konsep pengembangan Stasiun Gambir untuk memenuhi kebutuhan perjalanan masyarakat hingga 10-20 tahun mendatang.

Pengembangan tersebut diperkirakan membutuhkan waktu sekitar dua tahun dan akan dilakukan secara bertahap. KAI juga akan melakukan pembahasan serta pengkajian bersama Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA).

Dari sisi pendanaan, KAI berharap pengembangan Stasiun Gambir dapat dilakukan melalui skema investasi perusahaan tanpa mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Salah satu bagian penting dalam rencana pengembangan Gambir adalah kemungkinan penambahan layanan kereta yang berhenti di stasiun tersebut.

KAI tengah mengkaji kebutuhan infrastruktur apabila KRL atau commuter line nantinya dapat melayani Stasiun Gambir. Penambahan layanan tersebut tentu membutuhkan kesiapan fasilitas stasiun agar mampu menangani volume pelanggan yang lebih besar. Rencana tersebut akan membuat fungsi Stasiun Gambir tidak hanya sebagai stasiun keberangkatan dan kedatangan Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ), tetapi juga berpotensi menjadi titik perpindahan penumpang antarmoda.

Demikian juga masukan terhadap KRL yang akan berhenti di Gambir, sehingga KAI harus menyiapkan Stasiun Gambir ini bisa melayani lebih banyak dibandingkan yang sekarang. Jadi konsepnya adalah optimalisasi aset. Rencana tersebut akan membuat fungsi Stasiun Gambir tidak hanya sebagai stasiun keberangkatan dan kedatangan KAJJ, tetapi juga berpotensi menjadi titik perpindahan penumpang antarmoda.

Saat ini, Stasiun Gambir telah memiliki koneksi dengan layanan TransJakarta Koridor 2 rute Pulo Gadung-Monas serta Koridor 2A rute Pulo Gadung-Rawa Buaya via Balai Kota. Ke depan, KAI juga mengkaji konektivitas dengan MRT Jakarta Stasiun Monas. Integrasi tersebut diharapkan memudahkan perpindahan penumpang dari kereta api menuju moda transportasi perkotaan dan sebaliknya.

Pengembangan Stasiun Gambir tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan fungsi transportasi. KAI juga melihat peluang untuk mengembangkan aktivitas komersial sebagai bagian dari optimalisasi aset perusahaan. Konsep tersebut mencakup pengembangan area hospitality dan komersial sekaligus memperkuat konektivitas stasiun dengan sejumlah destinasi penting di sekitar Gambir. Di kawasan tersebut terdapat sejumlah ikon Jakarta, seperti Monas, Masjid Istiqlal, dan Gereja Katedral.

Dengan demikian, pengembangan Stasiun Gambir diarahkan bukan hanya untuk menambah kapasitas pelayanan penumpang, tetapi juga membangun kawasan yang lebih terintegrasi antara transportasi, aktivitas komersial, dan pusat kegiatan masyarakat.

Seutas Cerita di Balik Kelamnya Stasiun Kampung Bandan

RELATED ARTICLES

Yang Terbaru