Tuesday, September 15, 2026
HomeHot NewsTerowongan Karangkates I dan II: Bangunan Ikonik Karya Anak Bangsa Sejak Tahun...

Terowongan Karangkates I dan II: Bangunan Ikonik Karya Anak Bangsa Sejak Tahun 1970

Keindahaan jalur kereta api saat melakukan perjalanan tentu penumpang sangat menikmatinya. Ditambah lagi jalurnya yang melewati berbagai kawasan yang sangat terkenal dengan pemandangan yang menawan, tentu bisa memanjakan mata yang melihatnya. Ya, berbagai kawasan sepanjang jalur kereta api di Pulau Jawa terdapat kawasan yang bisa dibilang terkenal dengan panorama yang menakjubkan.

Berbagai pemandangan gunung, sawah, latar belakang pedesaan bahkan lembah yang dilewati kereta api menambah daya tarik penumpang selama di perjalananan. Tak hanya itu, melewati terowongan yang tersebar di jalur Pulau Jawa pun memiliki cerita bahkan legenda yang hingga kini masih kental dengan sejarahnya. Apalagi diketahui bahwa jika kereta api melintasi terowongan seakan bisa menembus gunung atau bukit di kegelapan. Namun, bagaiamana jadinya jika terowongan yang dilewati kereta api menembus perairan bahkan waduk?

Ya, saat memasuki wilayah Jawa Timur, jalur kereta api ini dikelilingi oleh lanskap pegunungan dan waduk besar. Antara Stasiun Pogajih dan Sumberpucung, kereta melintasi dua terowongan berdekatan, yaitu Terowongan Karangkates I dan II, serta menyeberangi Jembatan Lahor. Dari kejauhan, kemegahan Bendungan Ir. Sutami (Karangkates) terlihat membentang luas dipadu dengan hijaunya pepohonan dan lereng gunung yang menyeimbangkan perjalanan.

Pembangunan terowongan ini tidak lepas dari proyek raksasa pemerintah Indonesia saat itu yang ingin membendung air Sungai Brantas lewat pembuatan Waduk Karangkates. Tujuan utama pembangunan Waduk Karangkates adalah untuk membangkitkan energi listrik melalui Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) dan menyediakan air irigasi untuk pertanian.

Sebenarnya, di area tersebut, Belanda pernah membangun jalur kereta api aktif. Akan tetapi, karena ada pembangunan waduk yang memakan area jalur kereta api, pemerintah pun harus merelokasinya dan membuat jalur yang baru.

Akhirnya, pemindahan dilakukan ke arah utara. Hasil dari studi kelayakan yang dilakukan saat itu, jalur rel kereta api berada di ketinggian 240 mdpl. Namun, air yang direncanakan terbendung di area bendungan bisa mencapai 279 mdpl. Kondisi alam ini membuat pemerintah harus membangun jalur baru dan dua buah terowongan. Dari sini, lahirlah Terowongan Karangkates I dan II yang menjadi terowongan buatan Indonesia pertama pascakemerdekaan.

Dari sejarah yang terungkap, pembangunan terowongan ini sebenarnya sudah dimulai pada 1965, tetapi sempat terhenti akibat kendala biaya. Proyek terowongan karya anak bangsa itu diresmikan pada 1970.

Dalam sebuah unggahan PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI di akun Instagram, terowongan Karangkates I memiliki panjang hingga 892 meter. Terowongan ini juga menjadi salah satu terowongan terpanjang di Indonesia.

Sementara itu, Terowongan Karangkates II memiliki panjang 440 meter. Terowongan itu terletak tak jauh dari Terowongan Karangkates I, hanya berjarak kurang lebih 500 meter saja.

Terowongan Karangkates pernah tertutup material longsor di tahun 2022. Akibatnya, perjalanan kereta sempat tertahan dan ada yang memutar melalui jalur lain. Sampai saat ini, Terowongan Karangkates menjadi infrastruktur perkeretaapian aktif yang dilewati ‘ular besi’ setiap harinya. Pembangunannya di masa transisi setelah kemerdekaan menjadi bukti bahwa Indonesia memiliki kemampuan teknik dan keahlian yang mumpuni, menunjukkan kemandirian bangsa di bidang konstruksi.

Tiga Terowongan Jalur Ganda ‘Hiasi’ Jalur Kereta Api Lintas Selatan Jawa

RELATED ARTICLES

Yang Terbaru