Thursday, September 10, 2026
HomeAnalisa AngkutanBak Terbengkalai, Jalur KA di Kawasan Semarang Ini Ternyata Masih Aktif

Bak Terbengkalai, Jalur KA di Kawasan Semarang Ini Ternyata Masih Aktif

Bukan sebagai jalur utama kereta api yang melintas antar kota. Bahkan jalur ini sebenarnya masih digunakan dan bisa dilintasi kereta api. Ya, berada di kota Semarang, Jawa Tengah masih terdapat jalur kereta api yang masih digunakan untuk melintasi khususnya lokomotif.

Sekilas memang seperti jalur non aktif pada umumnya yang hampir menyatu dengan jalan raya, namun jika dilihat secara detail jalur tersebut masih terhubung dengan jalur utama kereta api.

Menurut kabar dari berbagai sumber mengatakan bahwa jalur ini tepat berada di Jalan Hasanudin Semarang. Dan melintasi pemukiman warga di area tersebut. Tak jauh darii situ terdapat perlintasan sebidang yang memiliki empat jalur kereta api. Tiga di antaranya saling berdekatan yaitu dua jalur utama sebagai bagian jalur ganda, satu jalur untuk langsiran.

Nah, ada satu jalur KA lagi yang terpisah dari 3 jalur di perlintasan sebidang Jalan Hasanudin Semarang tadi, karena jalur ini seperti memasuki kawasan permukiman dan banyak yang menyangka non aktif.

Saat memasuki permukiman warga di Jalan Satria Abimanyu Semarang, terdapat jalur kereta api yang seperti sudah tidak terpakai. Bahkan kondisinya pub hampir menyatu dengan jalan raya. Tak banyak terlihat munculnya bantalan maupun taburan balas yang berada di sela-sela rel.

Jalur tersebut ternyata memiliki fungsi yang sangat penting dan tentunya masib aktif digunakan khusus untuk lokomotif yang melakukan gerakan langsir. Ya, terbilang jalur tersebut merupakan segitiga pemutar/pembalik bagi lokomotif yang memiliki satu kabin saja.

Jika melihat kendaraan jalan raya seperti mobil kalau berbalik arah, maka lokomotif juga bisa berbalik arah dengan menempatkan posisi kabin masinis di depan agar memudahkan masinis nyaman mengendarai lokomotif.

Berbagai lokomotif pastinya sebelum membawa rangkaian kereta, harus melintasi jalur tersebut terlebih dahulu untuk memutar kabin yang semula menghadap belakang jadi menghadap bagian depan.

Di jalur KA yang melintasi Jalan Satria Abimanyu Semarang itu, lokomotif melintas dengan kecepatan di bawah 5 km/jam atau semboyan 2c. Karena lokomotif yang melintas dengan posisi long hood (kabin masinis menghadap ke belakang) itu melintasi permukiman warga. Dan pastinya saat lokomotif melintas, masinis harus membunyikan klakson berulang kali (Semboyan 35) atau hanya membunyikan lonceng yang menggantung dibawah lokomotif.

Ketika sampai di percabangan jalur, petugas juru langsir akan turun memindahkan wesel bandul (pemindah jalur KA) untuk berbelok ke arah lain. Kemudian lokomotif yang semula berjalan dengan posisi long hood, berjalan dengan posisi short hood (kabin masinis menghadap ke depan).

Lokomotif terus berjalan sampai di percabangan jalur berikutnya, dan juru langsir turun memindahkan wesel bandul untuk mengarahkan ke jalur lurus dari jalur berbelok. Setelah itu posisi kabin masinis lokomotif telah menghadap ke depan, kemudian lokomotif melintas masuk melalui jalur langsir di sisi jalur ganda ke Depo Lokomotif Semarang Poncol.

Diketahui bahwa jalur KA yang digunakan untuk memutar haluan adalah jalur lurus ke arah pelabuhan Semarang milik Semarang Cheribon Stoomtrammascapaj (SCS). Kini, Depo Lokomotif Semarang Poncol sudah memiliki turn table atau meja pemutar haluan lokomotif di dekat depo. Meski begitu, jalur segitiga pemutar masih bisa digunakan jika sewaktu-waktu turn table mengalami gangguan.

“Tanggung,” Stasiun Kedua Tertua di Indonesia, Masih Beroperasi dan Jadi Cagar Budaya

RELATED ARTICLES

Yang Terbaru