Thursday, August 27, 2026
HomeAnalisa AngkutanTak Lekang oleh Waktu, KA Progo Tetap Jadi Primadona yang Paling Digemari...

Tak Lekang oleh Waktu, KA Progo Tetap Jadi Primadona yang Paling Digemari Wisatawan

Tak peduli soal tarif yang diberikan, ternyata masyarakat masih melekat dengan kereta api yang mengantarkan ke kota yang terkenal dengan kuliner Gudegnya ini. Ya, Kereta Api (KA) Progo ternyata tetap menjadi andalan penumpang untuk melakukan perjalanan baik dari Jakarta maupun Yogyakarta. Bukan karena tarifnya yang murah, namun fasilitas dan pelayanan yang hadir di KA Progo ini telah menghipnotis penumpang dengan rangkaian yang kini semakin nyaman.

Tak hanya itu, KA Progo pada jadwal Grafik Perjalanan Kereta Apj (Gapeka) tahun 2025 memang terbilang sangat pas. Pasalnya, keberangkatan dari Staaiun Pasar Senen pada malam hari yakni pukul 23.20 WIB dan tiba di Stasiun Lempuyangan pada pukul 06.40 WIB. Sedangkan sebaliknya, keberangkatan Stasiun Lempuyangan pukul 13.10 WIB dan tiba di Stasiun Pasar Senen pukul 20.46 WIB.

Pada jadwal yang dijalankan tersebut tentu saja KA Progo selalu ramai dan makin diminati penumpang. PT Kereta Api Indonesia Persero atau KAI mencatat, sepanjang Triwulan I 2026, KA Progo melayani 115.796 penumpang, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 109.511 penumpang. Pertumbuhan itu menunjukkan minat masyarakat yang semakin tinggi dalam menggunakan kereta api untuk berbagai kebutuhan perjalanan.

Sepanjang lintasan, kereta api yang dijuluki Super Praga itu berhenti di sejumlah stasiun seperti Jatinegara, Cirebon Prujakan, Purwokerto, Gombong, Kebumen, Kutoarjo, dan Wates. Titik-titik itu menghubungkan berbagai kawasan dengan aktivitas yang terus berjalan setiap hari.

Jika mengingat sejarah, Nama kereta api Progo diambil dari sebuah sungai yang berada di Daerah Istimewa Yogyakarta, yakni Kali Progo yang memisahkan Kabupaten Kulonprogo dengan Kabupaten Bantul dan Sleman.

Apalagi sejak 15 Oktober 2024, KA ini tidak lagi menggunakan rangkaian kereta ekonomi tegak berhadapan, melainkan berubah menjadi rangkaian kereta ekonomi new generation. Setiap gerbong ditempati 72 kursi penumpang.

Dalam rilisnya, PT KAI mengklaim perjalanan dengan KA Progo terasa lebih nyaman. KA Progo saat ini sudah menggunakan rangkaian ekonomi New Generation berbahan stainless steel. Rangkaian lama tidak lagi dioperasikan untuk layanan regulernya.

Belum lagi dalam menghadapi libur nasional, kawasan Yogyakarta tentu saja aelalj di serbu masyarakat dari berbagai wilayah di Indonesia menggunakan kereta api, salah satunya adalah pengguna KA Progo.

PT KAI mencatat pada libur Maulid Nabi kemarin sebanyak 47.833 penumpang naik dan turun di sejumlah stasiun di wilayah Daerah Operasi (Daop) 6 Yogyarta. Jumlah tersebut terdiri atas 27.333 penumpang yang berangkat dan 20.500 penumpang yang tiba.

Tentunya kini KA Progo telah menjadi primadona transportasi berbasis rel untuk masyarakat yang masih digemari. KA Progo kini telah mengalami peningkatan dan bertransformasi menjadi kelas ekonomi generasi baru yakni menggunakan jenis captain seat yang dapat meningkatkan kenyamanan para penumpang selama perjalanan jauh.

Lama Tak Melintas, Kini KA Bogowonto Kembali Hadir Sambut Arus Balik

RELATED ARTICLES

Yang Terbaru