Wednesday, August 5, 2026
HomeAnalisa AngkutanTingkatkan Keselamatan, Palang Pintu Otomatis di Bulak Kapal Ditargetkan Beroperasi November 2026

Tingkatkan Keselamatan, Palang Pintu Otomatis di Bulak Kapal Ditargetkan Beroperasi November 2026

Perlintasan di kawasan Bekasi,Jawa Barat terus menjadi sorotan. Bagaimana tidak, jalur kereta api yang cukup ramai dilewati oleh berbagai kereta api ini makin diawasi di setiap perlintasan sebidang. Seperti halnya di kawasan Bulak Kapal, Bekasi ini. Banyak pengendara mulai dari kendaraan sepeda motor hingga truk besar melewati jalan tersebut.

Dari hal tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan membangun palang pintu otomatis di pelintasan sebidang Jalan Perlintasan Langsung (JPL) 87 Bulak Kapal, Kelurahan Aren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi. Fasilitas tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada November 2026 sebagai upaya meningkatkan keselamatan di salah satu perlintasan kereta api tersibuk di Kota Bekasi.

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi, Soenaryo, memastikan informasi mengenai pembangunan palang pintu otomatis tersebut benar. Menurut dia, proyek akan dibiayai melalui anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Nantinya, setelah selesai dibangun, pengelolaan perlintasan akan diserahkan kepada Dinas Perhubungan Kota Bekasi. Soenaryo menambahkan, pada awal Juli telah dilakukan survei lapangan oleh konsultan Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI), Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat, Dinas Perhubungan Kota Bekasi, serta instansi terkait lainnya.

Survei tersebut dilakukan untuk menyusun Detail Engineering Design (DED), termasuk menentukan lokasi pos jaga, portal, dan fasilitas pendukung lainnya. Saat ini, hasil DED sedang diajukan untuk memperoleh rekomendasi teknis dari Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA). Setelah rekomendasi tersebut diterbitkan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan memulai proses lelang.

Proses lelang ditargetkan rampung pada akhir Agustus 2026. Selanjutnya, pembangunan fisik diperkirakan berlangsung selama sekitar 60 hari kerja. Diharapkan pekerjaan dapat selesai lebih cepat sehingga pada September atau Oktober pembangunan rampung dan pada November palang perlintasan sudah dapat dioperasikan.

Sementara itu, selama proses pembangunan berlangsung, Dishub Kota Bekasi bersama Pam Swakarsa tetap menempatkan petugas di lokasi untuk membantu pengamanan perlintasan. Tentunya akan menyiagakan dua petugas di Perlintasan Bulak Kapal pada jam 05.00 WIB hingga 22.00 WIB.

Selain itu, Soenaryo juga mengimbau masyarakat agar tidak memaksakan melintasi perlintasan Bulak Kapal maupun Ampera ketika antrean kendaraan sudah mengular dan berpotensi menimbulkan kemacetan. Pengendara sebaiknya memanfaatkan jalur alternatif melalui underpass meski harus memutar sedikit karena dinilai lebih aman dibanding tetap melintasi perlintasan yang padat.

Sebelumnya, pelintasan sebidang Bulak Kapal telah menjadi sorotan setelah kecelakaan yang menewaskan pengemudi Mitsubishi Triton, Alfaruq (22), usai kendaraan yang dikemudikannya tertabrak KA 7002A Gajayana Tambahan pada Senin 27 Juli 2026 lalu sekitar pukul 00.50 WIB. Para penjaga pelintasan mengungkapkan pelanggaran lalu lintas masih kerap terjadi di rel kereta Bulak Kapal.

Para penjaga pelintasan mengungkapkan pelanggaran lalu lintas masih kerap terjadi di rel kereta Bulak Kapal. Sejumlah pengendara disebut tetap nekat menerobos rel meski telah diperingatkan dengan teriakan maupun aba-aba untuk berhenti. Dari hal ini tentu masyarakat harus meyakini bahwa menilai keselamatan di pelintasan tidak hanya bergantung pada petugas, tetapi juga pada kesadaran pengguna jalan untuk mematuhi aturan lalu lintas.

Cegah Kecelakaan di Perlintasan Sebidang, Indian Railways Adopsi Teknologi Satelit

RELATED ARTICLES

Yang Terbaru