Rusia resmi mencatatkan tonggak sejarah baru dalam kemandirian industri penerbangan komersialnya setelah pesawat jet penumpang narrow-body MC-21-310 produksi massal pertama yang menggunakan 100 persen komponen buatan dalam negeri sukses menyelesaikan penerbangan perdananya (maiden flight) dari fasilitas Irkutsk Aviation Plant pada 3 Agustus 2026.
Dalam penerbangan uji coba tersebut, pesawat buatan United Aircraft Corporation (UAC) ini berhasil membumbung hingga ketinggian 6.000 meter dan mengudara pada kecepatan jelajah 600 km/jam untuk menguji stabilitas aerodinamika, kendali penerbangan, serta keandalan seluruh sistem vital onboard yang kini sepenuhnya disokong teknologi domestik.
Langkah ini menjadi jawaban tegas Moskow atas sanksi ekonomi Barat yang sempat memutus pasokan komponen impor dan memicu penundaan jadwal proyek selama bertahun-tahun. Dirancang sebagai penantang langsung dominasi Boeing 737 MAX dan Airbus A320 di kelas 163 hingga 211 kursi penumpang, varian MC-21-310 kini menanggalkan mesin Pratt & Whitney PW1400G dan beralih sepenuhnya ke mesin turbofan buatan dalam negeri, Aviadvigatel PD-14.
🚨 100% sanctions-proof: Russia’s first serial-production MC-21 takes to the skies
No Western parts.
Fully import-substituted.
163–211 passengers. pic.twitter.com/2I0fKmDpPL— Sputnik India (@Sputnik_India) August 3, 2026
Upaya substitusi impor pada MC-21-310 tidak hanya berfokus pada dapur pacu, tetapi juga mencakup perombakan mendasar pada struktur utama pesawat. Penggunaan material komposit buatan lokal untuk bagian sayap (composite wing) dan sistem avionik digital terintegrasi menjadi bukti kebangkitan manufaktur kedirgantaraan Rusia dalam mengisolasi dampak embargo teknologis dari negara-negara Barat.
Keberhasilan penerbangan perdana ini sekaligus menjadi fondasi krusial bagi ambisi Rusia untuk merevitalisasi armada penerbangan sipil domestiknya secara mandiri dalam jangka panjang. Dengan dukungan komitmen pesanan dari Aeroflot, keberhasilan komersialisasi MC-21-310 diproyeksikan tidak hanya mengisi kekosongan armada akibat penarikan jet-jet buatan Barat, tetapi juga membuka peluang ekspor ke pasar negara-negara sekutu yang mencari alternatif pesawat narrow-body di luar hegemoni Amerika Serikat dan Eropa.
Pihak UAC mengonfirmasi bahwa fasilitas manufaktur di Irkutsk telah siap mengepulkan asap produksi untuk merakit gelombang awal sebanyak 18 unit pesawat. Jika seluruh rangkaian evaluasi udara berjalan sesuai rencana, proses sertifikasi kelaikan terbang ditargetkan tuntas pada akhir tahun 2026, di mana maskapai nasional Aeroflot telah bersiap menjadi operator pertama yang menerbangkan armada penantang duet Boeing dan Airbus ini di jalur komersial.
Balas Sanksi Barat, Irkut Tendang Mesin Pratt & Whitney dari Pesawat MC-21
