Monday, August 3, 2026
HomeDaratTak Perlu Punya Gelar Argo, Inilah Kisah Perjalanan KA Taksaka Hingga Dijuluki...

Tak Perlu Punya Gelar Argo, Inilah Kisah Perjalanan KA Taksaka Hingga Dijuluki ‘Anak Emas’

Sebagai transportasi kereta api yang diminati masyarakat tentu sudah sangat populer dalam perjalanan mana pun dengan pelayanan dan kenyamanan yang dirasakan. Berbagai kereta api yang menjadi favorit menuju destinasi tujuan, telah menjadi panutan sekaligus beragam hal yang telah dirasakan karena kepuasan dari pelayanan tersebut.

Salah satunya yang menjadi minat masyarakat untuk destinasi ke Yogyakarta menggunakan Kereta Api (KA) Taksaka. Ya, kereta api masih menjadi populer dalam perjalanan yang banyak diminati wisatawan ke kota yang terkenal dengan makanan khas gudegnya tersebut. Perjalanan KA Taksaka memang sudah banyak yang dirasakan tentang kepuasan penumpang dari pelayanan baik selama perjalanan.

Meski tergolong sebagai kereta mewah dengan harga tiket paling murah dibanderol Rp500 ribuan hingga yang termahal sebesar Rp1,5 juta, KA Taksaka tetap jadi favorit bagi orang Jogja yang membutuhkan perjalanan bisnis ke Jakarta atau warga Jakarta yang ingin berlibur ke Yogyakarta. Dengan harga itu pun, penumpang sudah pasti dimanjakan dengan kenyamanan dan fasilitas penunjang yang lengkap.

Jika dilihat informasi dari berbagai sumber, awalnya KA Taksaka bukan jadi pilihan utama penumpang kereta eksekutif menuju Yogyakarta maupun Jakarta. Kereta ini mendapat banyak saingan berat di lintas selatan, di antaranya dua kereta kelas Argo, yakni KA Argo Dwipangga dan KA Argo Lawu (Solo Balapan – Gambir pp.), serta kereta kelas eksekutif non-argo lainnya seperti KA Bima (Surabaya Gubeng – Gambir pp.), maupun KA Gajayana (Malang – Gambir pp.).

KA Taksaka yang dulu juga punya image sebagai kereta eksekutif yang biasa saja. Rangkaian kereta yang kerap digunakan untuk berdinas cenderung sudah lama dan bekas dari layanan kereta api yang lain. Meski sering berganti livery, namun tetap saja KA Taksaka dapat armada kereta yang secara kualitas kurang dibanding kereta eksekutif lain.

Adanya perubahan yang diberikan oleh PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) membuat angka okupansi KA Taksaka jadi meningkat. Seiring dengan kian ramainya volume penumpang di lintas Yogyakarta – Gambir maupun sebaliknya, banyak yang memilih KA Taksaka sebagai moda transportasi andalan.

Saat terbentuknya Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka) tahun 2021 memutuskan batas kecepatan maksimal KA Taksaka ditambah menjadi 120 km/jam sehingga waktu tempuh perjalanan dipangkas dari 7 jam menjadi 6 jam. Keunggulan dalam waktu tempuh inilah yang jadi daya pikat dari Taksaka hingga jadi primadona dari Daerah Operasi (Daop) 6 Yogyakarta.

Nah, sebutan “anak emas” yang melekat pada KA Taksaka hingga ternyata bukan tanpa alasan. Nyatanya kereta ini memang diperlakukan dengan spesial oleh KAI layaknya kereta kelas argo. Pengguna setia KA Taksaka tentunya bangga karena kereta favorit mereka jadi satu-satunya eksekutif non-argo yang disetarakan dengan kereta kebanggaan KAI lainnya seperti KA Anggrek, KA Argo Wilis, maupun KA Argo Lawu.

KA Taksaka kini semakin naik derajatnya apalagi menghadirkan rangkaian terbaru. Ya, pada awal 2024, KAI akhirnya menghadirkan rangkaian Kereta Eksekutif New Generation dan Kereta Luxury New Generation untuk KA Taksaka relasi Yogyakarta – Ganbir pp. Rangkaian baru tersebut mendapat perhatian besar karena dilengkapi sejumlah peningkatan fasilitas. Interior kereta dibuat lebih modern, kursi mendapatkan pembaruan, tersedia fasilitas hiburan, hingga pintu masuk dan penghubung antarkereta menggunakan elektrik otomatis.

Dari sisi keamanan dan kenyamanan, jendela pada Kereta Eksekutif dan Luxury New Generation juga dibuat lebih canggih. KAI menggunakan kaca tempered double glass yang memiliki tingkat keamanan lebih tinggi, mampu membantu mengurangi panas berlebih dan paparan sinar ultraviolet, sekaligus mereduksi suara bising dari luar kereta.

Selain fasilitas, popularitas KA Taksaka juga dipengaruhi oleh rutenya. Kereta ini melayani perjalanan antara Jakarta dan Yogyakarta, dua kota dengan mobilitas masyarakat yang tinggi. Rute tersebut dikenal sebagai salah satu jalur favorit penumpang, baik untuk perjalanan bisnis, wisata, maupun keperluan keluarga. Yogyakarta sebagai kota tujuan wisata dan pendidikan memiliki daya tarik besar bagi masyarakat dari berbagai daerah, termasuk Jakarta. Jadi, sudah berapa kali kalian naik KA Taksaka?

KA Taksaka, dari Asal Usul yang Melegenda Hingga Dijuluki ‘Si Anak Emas’

RELATED ARTICLES

Yang Terbaru