Tuesday, July 21, 2026
HomeAnalisa AngkutanInilah Total Kereta Api yang Beroperasi di Sepanjang Jalur Indonesia, Yuk Cari...

Inilah Total Kereta Api yang Beroperasi di Sepanjang Jalur Indonesia, Yuk Cari Tahu

Sebagai masyarakat Indonesia, tentu kita bangga memiliki transportasi yang ramah lingkungan, cepat, praktis dan terjangkau. Hanya melintasi dua batang rel, transportasi ini telah menjelajah ke berbagai daerah maupun kota di sepanjang jalur Indonesia. Ya, kereta api telah menjadi transportasi unggulan masyarakat yang menjadi prioritas dalam melakukan aktivitas yang dijalankan. Bahkan dengan adanya kereta api, masyarakat lebih mudah menjangkau berbagai daerah hingga ke tempat dengan mudah.

Untuk melayani kebutuhan itu, PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) sudah mengelola sebanyak 12.856 sarana kereta api. Jumlah sebesar itu terdiri atas 551 lokomotif, 1.064 Kereta Rel Listrik atau KRL, 2.238 kereta, 8.907 gerbong, serta 96 Kereta Rel Diesel Elektrik/Indonesia atau KRDE/I. Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan sarana menjadi salah satu unsur utama dalam menjaga kapasitas dan keandalan sistem transportasi berbasis rel.

Jumlah tersebut menggambarkan skala pengelolaan sarana yang diperlukan untuk menjaga kesinambungan pelayanan kereta api di berbagai wilayah. Tentunya, setiap lokomotif, KRL, kereta, gerbong, dan KRDE/I memiliki fungsi yang saling melengkapi untuk menjaga pelayanan tetap selamat, andal, dan sesuai dengan kebutuhan.

Semua keseluruhan sarana tersebut, sebanyak 8.907 unit atau sekitar 69,28 persen merupakan gerbong. Selanjutnya terdapat 2.238 kereta atau 17,41 persen, 1.064 KRL atau 8,28 persen, 551 lokomotif atau 4,29 persen, serta 96 KRDE/I atau sekitar 0,75 persen.

Seperti halnya pada lokomotif yang digunakan sebagai tenaga penarik rangkaian penumpang maupun barang. Kereta menjadi sarana pelayanan pelanggan, sedangkan gerbong digunakan untuk mendukung distribusi komoditas berdasarkan jenis, kapasitas, dan kebutuhan penanganannya.

Kemudian sarana KRL serta KRDE/I mendukung pelayanan pada wilayah perkotaan, aglomerasi, dan lintas lokal sesuai dengan karakter operasi masing-masing. Perbedaan fungsi tersebut turut menentukan kebutuhan awak, susunan rangkaian, pola pemeriksaan, siklus perawatan, serta fasilitas pendukung yang harus disiapkan.

Selain itu, sebanyak 8.907 unit atau sekitar 69,28% merupakan gerbong (angkutan barang). KAI mencatat volume pengangkutan barang sebesar 32.498.043 ton sepanjang semester I/2026. Jumlah tersebut terdiri atas 26.534.095 ton batu bara dan 5.963.948 ton barang nonbatu bara.

Untuk komoditas nonbatu bara yang dilayani meliputi semen, bahan bakar minyak, peti kemas, komoditas curah dan perkebunan, general cargo, serta barang hantaran paket. Layanan tersebut mendukung kebutuhan energi, konstruksi, industri, perdagangan, dan rantai pasok di berbagai daerah.

Hal ini pada setiap komoditas memerlukan jenis gerbong, kekuatan lokomotif, susunan rangkaian, pola perjalanan, dan fasilitas bongkar muat yang berbeda. Karena itu, pertumbuhan layanan logistik perlu diimbangi dengan kesiapan sarana yang sesuai dengan perkembangan kebutuhan industri dan karakteristik muatan.

Biasanya, sebelum digunakan untuk berdinas, setiap sarana menjalani pemeriksaan untuk memastikan pemenuhan persyaratan teknis, keselamatan, dan operasional. Perawatan berkala dilaksanakan berdasarkan waktu operasi, jarak tempuh, kondisi komponen, dan hasil pemeriksaan petugas.

Perawatan tersebut dilakukan melalui depo dan Balai Yasa berdasarkan tingkat serta lingkup pekerjaannya. Depo menjalankan pemeriksaan dan perawatan untuk mendukung operasi harian, sedangkan Balai Yasa melaksanakan perawatan berkala dan pekerjaan dengan cakupan yang lebih besar.

Sepanjang semester I/2026, KAI Group melayani 258.993.359 penumpang, meningkat 7,55% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 240.805.920 penumpang. Peningkatan tersebut menunjukkan semakin besarnya peran kereta api dalam mendukung perjalanan untuk bekerja, menempuh pendidikan, menjalankan usaha, mengakses pusat pelayanan, berwisata, serta melakukan perjalanan antardaerah.

KAI selaku operator kereta api pun memastikan setiap sarana menjalani pemeriksaan untuk memastikan pemenuhan persyaratan teknis, keselamatan, dan operasional sebelum digunakan berdinas. Perawatan berkala dilaksanakan berdasarkan waktu operasi, jarak tempuh, kondisi komponen, dan hasil pemeriksaan petugas.

Perawatan itu dilakukan melalui depo dan Balai Yasa berdasarkan tingkat serta lingkup pekerjaannya. Depo menjalankan pemeriksaan dan perawatan untuk mendukung operasi harian, sedangkan Balai Yasa melaksanakan perawatan berkala dan pekerjaan dengan cakupan yang lebih besar.

Buang Stigma Jorok, Cina Lakukan Revolusi Toilet di Kereta Api

RELATED ARTICLES

Yang Terbaru