Tangan Wanita Paruh Baya Terjepit Pintu Kereta, Masinis Jadi Terdakwa

Nenek Neelan saat terjatuh setelah terlepas dari pintu kereta (Telegraph)

Seorang wanita paruh baya berusia 60 tahun bernama Neelan Malik terjepit tangannya pada pintu kereta. Hal ini terjadi saat dirinya akan nauim kereta dari stasiun Hayes Harlington di London Barat pada 25 Juli 2015 lalu tepat pukul 13.00 waktu London.

KabarPenumpang.com melansir dari telegraph.co.uk (3/8/2017), kejadian ini kemudian dibawa ke pengadilan untuk diselesaikan. Saat itu diketahui, tangan Neelan terjepit di pintu kereta dan kereta berjalan sehingga dirinya ikut terseret sampai hampir batas peron terakhir.

Baca juga: Berani Langgar Aturan, Tak Ada Ampun Bagi Perokok di Dalam Kereta

Untungnya, Neelan bisa melepaskan tangannya dan banyak penumpang yang melihat kejadian tersebut dari dalam kereta. Setelah tangannya terlepas dari pintu, dirinya jatuh dan mengalami luka yang cukup serius. Kejadiaan itu terbilang cukup cepat yakni sembilan detik saat Neelan terjepit hingga terlepas dan terjatuh ke tanah.

Atas kejadian ini, masinis kereta yakni Stephen Murdoch diadili di Pengadilan Negeri Blackfriars dengan tuduhan gagal melakukan pemeriksaan keamanan yang benar sebelum kereta berangkat. Selain itu dirinya juga dituntut membahayakan kemanan penumpang kereta api dengan kelalaian baik yang disengaja atau tidak karena tidak melihat sekeliling sebelum meninggalkan stasiun untuk melajukan kereta.

Dalam persidangan tersebut, Jaksa memutar rekaman CCTV saat Neelan terjepit dan berlari mengikuti kereta hingga terseret sepanjang peron sampai terlepas dan terjatuh. “Anda berkata kepada diri sendiri bahwa Anda sangat beruntung masih hidup, hanya dalam hitungan detik, jika tangan saya tidak keluar, saya pasti sudah tidak akan hidup lagi dan bisa saja jatuh dan tersangkut ke kabel listrik atau semacamnya,” ungkap Neelan.

Baca juga: Semakin Sulit Bawa Sepeda di Kereta, Inilah Curhat Pesepeda di London

Jaksa Adam Pearson mengatakan, untung korban tidak terluka parah. Namun jika terdakwa, yakni masinis kereta itu, telah melakukan pekerjaannya dengan benar, dia pasti akan melihat wanita yang terjebak di pintu dan akan memberhentikan kereta sebelum Neelan terlepas dengan selamat dari jepitan pintu kereta.

“Intinya, apa yang gagal dilakukannya adalah pemeriksaan keamanan yang tepat untuk menjamin keselamatan penumpang kereta tersebut untuk naik,” jelas Pearson.

Pengadilan diberitahu bahwa tidak ada penjaga kereta api dan supir kereta yang memiliki monitor CCTV untuk memeriksa panjang kereta api untuk memastikan pintu-pintu ditutup dengan benar. Setelah kejadian tersebut, perusahaan kereta api memeriksa lampu pengaman pintu di kabin pengemudi, yang mengindikasikan kapan semua pintu ditutup dengan benar.

Baca juga: Teganya Penumpang Kereta Bikin Seorang Ibu Menyusui Sambil Berdiri

Dalam wawancara polisi, Murdoch mengatakan bahwa dia melakukan semua pemeriksaan yang benar dan lampu pengaman tidak menunjukkan adanya penyumbatan di pintu dan aman baginya untuk bangkit dan bergerak, dikatakan.

Sebelum pindah, dia mengatakan bahwa dia memeriksa CCTV dan lampu pengaman sekali lagi dan dia tidak menyadari Neelan terjebak di pintu kereta. Atsa dasar tersebut Murdoch, dari Reading, Berkshire, membantah tuduhan tunggal tersebut dan persidangan berlanjut.