Jelang Launching, Bandara Kertajati dan Madinah Kerja Sama Layani Haji dan Umrah 2018

Kerja sama BIJB dengan Madinah (bijb.co.id)

Pada Mei 2018 mendatang, Bandara Kertajati di Majalengka sudah memasuki tahap soft launching, dan pada Juni 2018 dicanangkan untuk beroperasi melayani penumpang keberangkatan internasional, khususnya untuk rute Haji dan Umrah.  Sebagai wujud kesiapan pelayanan Haji dan Umrah 2018, belum lama ini telah dilakukan kesepakatan kerja sama antara pihak bandara Internasional Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) dan Bandara Kertajati.

Baca juga: Tahun 2018, Bandara Internasional Kertajati di Majalengka Mulai Beroperasi

Kerja sama yang dilakukan PT Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) tersebut dipimpin oleh Direktur Utama Virda Dimas Ekaputra saat berkunjung ke Bandara AMAA Madinah Senin lalu. “Dalam mewujudkan hal tersebut kami dengan sederhana mengusulkan beberapa konsep kerja sama terkait pelayanan penumpang Haji dan Umrah antara Bandara Madinah dan Bandara Internasional Jawa Barat, Kertajati ini,” kata Virda yang dikutip KabarPenumpang.com dari siaran pers (13/3/2018).

Virda mengatakan optimalisasi kualitas pelayanan dibutuhkan, mengingat jumlah masyarakat Indonesia yang pergi Haji dan Umrah tidak sedikit setiap tahunnya. Pemerintah Indonesia memperkirakan 17 persen orang Jawa Barat melakukan kunjungan Haji setiap tahunnya, sedangkan 20 persen lainnya melakukan Umrah.

Adapun kenaikan rata-rata penumpang Umroh dari Indonesia ke Madinah tumbuh 53 persen per tahunnya. Bisa dikatakan, Indonesia memberi kontribusi cukup besar pada kunjungan ke Madinah sehingga kawasan Asia Pasific menjadi traffic yang cukup sibuk yakni sekitar 31 persen di banding empat benua yang lain.

“Oleh karena itu kerja sama tersebut kita lakukan. Sebab saat Kertajati beroperasi kita juga ingin melakukan pelayanan prima dan memberikan berbagai fasilitas memadai untuk kebutuhan haji dan umroh,” sebut Virda.

Sebagai bandara yang ingin menumbuhkan ramah kepada halal traveler BIJB sendiri tengah menunjukan hal tersebut. Salah satunya membangun lounge umrah eksklusif dan 12 ruang salat untuk membuat para jamaah nyaman saat di bandara. Sebagai upaya menarik perhatian jemaah haji BIJB juga akan membangun fasilitas manasik Haji dan Umroh yang di dalamnya terdapat miniatur Kabah.

“Jadi kami menempatkan sebuah wilayah untuk Haji dan Umrah. Ini akan menjadi cara yang efektif untuk menangkap bisnis potensial tidak hanya bagi jemaah tetapi juga banyak pihak yang terlibat di dalamnya,” terangnya.

Managing Director Tibah Airports Operation Sofiene Abdessalem mengatakan, pihaknya menyambut baik upaya kerja sama yang dibangun PT BIJB. Kerja sama bilateral ini tentu akan saling menguntungkan karena bisa sama-sama mendapatkan pengetahuan dan pengalaman dalam hal pelayanan kebandarudaraan. “Kami menyambut baik kesempatan untuk bekerja sama dengan rekan-rekan kami BIJB untuk berbagi pengetahuan dan keahlian. Ini dilakukan untuk meningkatkan pengalaman perjalanan penumpang antara dua bandara yang sedang fokus pada penumpang Haji dan Umrah,” papar Sofiene.

Baca juga: Tak Ada Pembagian Daerah, Angkasa Pura II Kini Kelola Bandara Banyuwangi

Bandara Kertajati yang saat ini masih memiliki landasan pacu atau runway sepanjang 2.500 meter tengah menggenjot untuk bisa terealisasi hingga 3.000 meter pada grand opening Juni 2018 mendatang. Dengan runway 3.000 X 60 meter,‎ berarti pesawat terbang berbadan lebar seperti Boeing 777 yang biasa melayani penumpang haji dan umroh akan bisa mendarat tanpa hambatan.

Sedangkan terminal yang pada tahap satu akan memiliki luas 9.6000 meter persegi akan diperluas sampai 209.500 meter persegi. Kapasitas awal yang semula hanya menampung 5 juta penumpang, nantinya akan ultimate sampai 29 juta penumpang setiap tahunnya