Berkunjung ke Kota Semarang tak sekadar hanya liburan semata untuk berkunjung ke area yang ikonik dan memiliki cita rasa kuliner khas yang lezat. Namun Semarang juga memiliki kawasan wisata yang penuh dengan sejarah. Saat masyarakat memasuki wilayah pusat kota, tentu langsung disuguhkan dengan bangunan yang bersejarah peninggalan Kolonial Belanda.
Tak hanya itu, pengguna kereta api yang memasuki Stasiun Semarang Poncol maupun Semarang Tawang sudah merasakan aura yang berbeda karena bisa merasakan secara lamgsung bangunan dengan cagar budaya yang dimiliki stasiun tersebut. Selain itu, Kota Semarang sangat kental dengan berbagai museum bersejarah yang terkenal bahkan hingga mancanegara, yaitu Lawang Sewu.
Pihak Lawang Sewu mencatat 1.636.638 pengunjung sepanjang 2024 hingga Agustus 2026, dengan 376.997 kunjungan pada Januari-Agustus 2026. Jumlah tersebut berjalan berdampingan dengan mobilitas penumpang kereta api di Semarang, Jawa Tengah yang mencapai lebih dari 3,1 juta pelanggan di dua stasiun utama pada periode yang sama.
Lawang Sewu berada di kawasan Tugu Muda dan memiliki kaitan dengan sejarah perkeretaapian Indonesia karena bangunan tersebut dahulu menjadi kantor pusat Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS). KAI melihat keberadaan destinasi heritage tersebut sebagai bagian dari perjalanan masyarakat saat mengunjungi Kota Semarang.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan Lawang Sewu menyimpan sejarah perjalanan perkeretaapian yang berkaitan dengan perkembangan Kota Semarang. Menurutnya, perjalanan kereta api memiliki hubungan erat dengan perkembangan berbagai kota di Indonesia, termasuk Semarang. Lawang Sewu menjadi salah satu peninggalan yang menyimpan cerita perjalanan perkeretaapian dari masa lalu hingga saat ini.
Lawang Sewu mencatat 639.091 pengunjung sepanjang 2024. Jumlah kunjungan kemudian mencapai 620.550 pengunjung sepanjang 2025 dan 376.997 pengunjung pada Januari-Agustus 2026. Data tersebut menunjukkan jumlah kunjungan Lawang Sewu pada Januari-Agustus 2026 telah mencapai lebih dari setengah jumlah kunjungan sepanjang 2025. Secara kumulatif, Lawang Sewu mencatat 1.636.638 pengunjung sejak 2024 hingga Agustus 2026.
Selain itu, Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Semarang mencatat 7.345.373 wisatawan sepanjang 2024. Jumlah tersebut terdiri atas 7.321.077 wisatawan nusantara dan 24.296 wisatawan mancanegara. Lawang Sewu dibangun oleh NIS dengan pembangunan gedung utama yang dimulai pada 1904 dan selesai pada 1907. Bangunan tersebut kemudian dikenal sebagai Lawang Sewu karena karakter arsitekturnya yang memiliki banyak pintu dan jendela.
Melalui Lawang Sewu, masyarakat dapat mengenal sejarah tersebut melalui bangunan, koleksi, dan informasi yang tersedia saat berkunjung. Tentunya, ruang edukasi serta koleksi sejarah di bangunan ini menjadi pilihan berwisata masyarakat saat akhir pekan. Tujuannya untuk menikmati suasana sejarah sekaligus mengenal perjalanan panjang perkeretaapian Indonesia.
Inilah Jarak Antar Dua Stasiun KRL Jabodetabek yang Disebut ‘Terpendek dan Terpanjang’
