Libur akhir pekan memang identik dengan menghabiskan wakktu dengan bepergian ke suatu tempat yang digemari. Menggunakan kereta api salah satunya, banyak masyarakat berkunjung ke destinasi favorit cukup dengan perjalanan yang praktis dan menghemat waktu. Dalam hal ini beberapa kereta api yang memberikan perjalanan ke berbagai tujuan favorit masyarakat dengan mudah, seperti halnya menggunakan Kereta Api (KA) Joglosemarkerto.
Ya, kereta api tersebut memberikan rute yang memberikan masyarakat dengan mudah mengisi waktu libur akhir pekan ke berbagai kawasan yang dilalui dengan ‘jalur kantongnya’. Diketahui KA Joglosemarkerto memiliki rute memutar, mulai dari Stasiun Solo Balapan, Yogyakarta, Kutoarjo, Kebumen, Kroya, Purwokerto, Tegal, Semarang Tawang, Gundih, dan kembali berakhir di Stasiun Solo Balapan.
Masyarakat yang berakhir pekan di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta tentunya meniliki banyak pilihan, seperti sarapan di Solo, berjalan di kawasan heritage Semarang, menikmati suasana Yogyakarta, singgah di Pekalongan, atau melanjutkan perjalanan ke Purwokerto dan Tegal.
Di antara kota-kota tersebut, PT Kereta Api Indonesia Persero atau KAI mencatat bahwa KA Joglosemarkerto melayani 1.104.419 penumpang sepanjang Januari–September 2026, tumbuh 9,73 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebanyak 1.006.467 penumpang.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan Joglosemarkerto memiliki karakter perjalanan yang khas karena menghubungkan sejumlah kota penting dalam satu kawasan yang memiliki aktivitas wisata, pendidikan, perdagangan, pekerjaan, dan kunjungan keluarga. Ia menambahkan bahwa kereta api tersebut memberi banyak pilihan kota dalam satu koridor perjalanan. Ada yang bepergian untuk kuliah, bekerja, bertemu keluarga, berwisata, atau sekadar menikmati akhir pekan di kota lain.
Sepanjang sembilan bulan pertama 2026, volume penumpang KA Joglosemarkerto tertinggi tercatat pada Juni sebanyak 142.202 penumpang, disusul Maret 139.830 penumpang dan Juli 136.959 penumpang. Pada bulan-bulan lainnya, volume tetap berada pada kisaran puluhan hingga lebih dari seratus ribu penumpang.
Pola tersebut menunjukkan bahwa perjalanan dengan KA Joglosemarkerto berlangsung sepanjang tahun. Karakter kotanya pun beragam. Yogyakarta dan Solo dikenal sebagai kota pendidikan sekaligus tujuan wisata budaya, Semarang memiliki aktivitas bisnis, pemerintahan, dan wisata sejarah, Pekalongan erat dengan budaya batik, Tegal menjadi pusat perdagangan regional, sementara Purwokerto menjadi salah satu akses menuju kawasan Banyumas.
Arus perjalanan ini berjalan seiring dengan tingginya mobilitas wisata domestik di Jawa Tengah dan DIY. Dua provinsi tersebut menjadi bagian dari kawasan tujuan perjalanan masyarakat di Pulau Jawa, baik untuk liburan singkat maupun perjalanan antarkota dalam satu kawasan. Karakter inilah yang membuat KA Joglosemarkerto relevan untuk perjalanan akhir pekan.
Bagi penumpang yang ingin memanfaatkan akhir pekan, KA Joglosemarkerto dapat menjadi pilihan untuk menyusun perjalanan antarkota sesuai jadwal yang tersedia. Penumpang dapat merencanakan perjalanan melalui Access by KAI dengan menyesuaikan kota asal, tujuan, serta waktu perjalanan. Anne mengungkapkan saat akhir pekan cukup diisi dengan berpindah kota, menikmati suasana yang berbeda, lalu kembali dengan kereta api. KA Joglosemarkerto hadir di pola perjalanan sesuai kebutuhan masyarakat.
Bukan Hanya Gunung dan Sungai, Inilah Daftar Kereta Api Indonesia yang Menggunakan Nama Tumbuhan
