Friday, October 2, 2026
HomeDaratKAI Logistik Buka Layanan Baru Uji Coba Angkutan Hasil Bumi Rute Banyuwangi-Jakarta

KAI Logistik Buka Layanan Baru Uji Coba Angkutan Hasil Bumi Rute Banyuwangi-Jakarta

Pengembangan baru yang dilakukan PT Kereta Api Indonesia Persero atau KAI bidang logistik kini semakin berinovasi. Tak sekadar menentukan praktis dan ketepatan waktu, namun kali ini ditujukan khusus untuk angkutan hasil bumi yang menggunakan rangkaian kereta api. Meski sedang melakukan uji coba layanan baru, tentunya PT KAI Logistik juga optimistis mampu melakukan terobosan ini dengan baik.

Ya, layanan yang dilakukan ini adalah pengoperasian kereta api angkutan hasil bumi dengan relasi Stasiun Argopuro, Banyuwangi, tujuan akhir Jakarta Gudang, Senin, 28 September 2026. Kereta diberangkatkan dari Stasiun Argopuro pukul 08:00 Wib dengan membawa 10 gerbong. Rangkaian kereta tersebut diperkirakan tiba di Jakarta, siang besok, Selasa, 29 September 2026.

Uji coba yang dilakukan perdan itu mengangkut komoditas buah-buahan hasil pertanian Banyuwangi, yang didominasi buah naga, tanaman buah mayoritas petani Banyuwangi. Direktur Operasi KAI Logistik, Broer Rizal, mengatakan layanan angkutan barang dirancang untuk mengangkut komoditas pertanian dan peternakan dari sentra produksi di Jawa Timur, khususnya Banyuwangi, menuju Jakarta.

Namun, pada pengiriman perdana ini, rencana pengangkutan sapi belum dapat direalisasikan karena kendala penyeberangan Ketapang-Gilimanuk yang berdampak pada keterlambatan kedatangan sapi dari Sumbawa dan Bali. Ia menambahkan pada pengiriman perdana tersebut, muatan didominasi oleh produk buah naga asal Banyuwangi.

Pengembangan layanan ini merupakan upaya KAI Logistik bersama PT KAI dan mitra untuk memperkuat sistem logistik berbasis kereta api. Layanan tersebut diharapkan menjadi alternatif distribusi komoditas pertanian dan peternakan yang lebih terintegrasi. Tentu harapannya pemanfaatan moda kereta api dapat memberikan alternatif distribusi yang lebih terintegrasi sekaligus mendukung efisiensi rantai pasok nasional.

KAI Logistik menargetkan layanan angkutan barang dapat beroperasi secara reguler setiap hari mulai November 2026. Saat ini, perseroan tengah merampungkan penyiapan infrastruktur area muat (loading zone) di empat stasiun strategis. Empat stasiun strategis di antaranya Stasiun Argopuro dan Kalisetail di Banyuwangi, Stasiun Rambipuji di Jember, dan Stasiun Probolinggo.

Jika telah beroperasi penuh, setiap rangkaian kereta akan membawa hingga 20 gerbong kontainer. Dalam skema operasional reguler, kapasitas angkut diperkirakan mencapai 550 ton komoditas dalam satu perjalanan. Kapasitas tersebut mencakup sekitar 75 ekor sapi yang diangkut menggunakan tiga gerbong, sementara gerbong lainnya digunakan untuk mengangkut hasil pertanian.

KAI Logistik juga menyiapkan skema muatan balik dari Jakarta menuju Banyuwangi untuk mengoptimalkan layanan angkutan barang. Dalam pengoperasiannya, KAI Logistik bekerja sama dengan PT Bogantara sebagai konsolidator barang. Selain pengiriman dari Banyuwangi ke Jakarta, pihak KAIjuga menyiapkan skema muatan balik dari Jakarta menuju Banyuwangi. Komoditas balik yang berpotensi diangkut antara lain pakan ternak, pupuk, dedak, hingga pasokan logistik lainnya.

Uji coba perdana ini sekaligus menjadi momentum bagi KAI Logistik, PT KAI, dan mitra untuk mengevaluasi kesiapan layanan secara menyeluruh. Evaluasi meliputi aspek operasional, teknis, waktu tempuh, proses bongkar muat, fasilitas pendukung, hingga kesiapan layanan dari hulu ke hilir. Hal ini membuat Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyambut baik ujicoba ini. Menurutnya, ini akan menjadi alternatif distribusi hasil pertanian daerah. Ipuk mengatakan bahwa layanan distribusi hasil pertanian Banyuwangi ini diharapkan semakin terbuka, sehingga komoditas unggulan daerah dapat menjangkau pasar yang lebih luas melalui pilihan moda transportasi yang terintegrasi.

Selain Lokasi yang Strategis, Ini Alasan Stasiun Argopuro Kembali Beroperasi

RELATED ARTICLES

Yang Terbaru