Merasakan perjalanan kereta api tak sekadar menikmati fasilitas dan kenyamanannya saja. Namun pelayanan yang hadir selama di kereta api telah turun temurun semakin baik dan memuaskan. Ya, di setiap kereta api khususnya perjalanan jarak jauh tentu merasakan bagian restorasi atau kereta makan. Nah, dari situlah pelayanan menyambut penumpang yang ingin mencicipi hidangan yang tersedia.
Perjalanan antarkota yang membutuhkan waktu berjam-jam, tentu membutuhkan makanan dan minuman selama perjalanan. Dari kebutuhan sederhana tersebut, penumpang di dalam kereta berkembang, melewati berbagai generasi sarana dan petugas hingga hadir dalam bentuk yang dikenal penumpang saat ini.
Dalam sejarah kereta api di Indonesia, restoran di kereta api mulai dibentuk pada sekitar tahun 1930-an, saat itu masa Pemerintah Hindia Belanda menyediakan layanan makan dan minum bagi pelanggan selama perjalanan sebagai kebutuhan. Nah, jejak tersebut menjadi bagian awal perjalanan panjang pelayanan konsumsi di atas kereta api Indonesia.
Pada masa awal, aktivitas petugas pelayanan tersebut yang dikenal sebagai pelayan restorasi bertugas melayani kebutuhan konsumsi penumpang. Seiring berkembangnya perjalanan kereta api, pelayanan kemudian semakin dekat dengan penumpang di sepanjang rangkaian kereta api. Dari perjalanan panjang tersebut berkembang profesi pramugara dan pramugari kereta api yang kini dikenal sebagai prama dan prami.
KAI mencatat perubahan kelembagaan perkeretaapian Indonesia dari Perusahaan Nasional Kereta Api atau PNKA pada 1963 menjadi PJKA pada 1971. Pada periode tersebut, RESTORKA tercatat menjadi bagian dari lingkungan PJKA dan berkantor di Jalan Stasiun Timur No. 6 Bandung. Catatan sejarah KAI Services juga menyebut salah satu minuman yang dikenal pada masa awal RESTORKA adalah Es Siripit.
Perkembangan organisasi berlangsung setahun kemudian. Berdasarkan Surat Keputusan Direksi PJKA Nomor 4805/SK/72 tanggal 5 Desember 1972, RESTORKA ditempatkan sebagai unit khusus dalam struktur organisasi PJKA. Dengan posisi tersebut, penyelenggaraan dan pengelolaan restoran kereta api mendapatkan wadah tersendiri.
Periode tersebut juga meninggalkan cerita kuliner yang bertahan dalam ingatan perjalanan kereta api. Salah satunya adalah Nasi Goreng Parahyangan, yang tercatat dalam perjalanan sejarah RESTORKA dan kemudian dikenal sebagai salah satu menu legendaris kereta api. Bahkan ada penumpang yang mengingat perjalanan melalui keretanya, pemandangan yang dilewati, hingga makanan yang dinikmati selama berada di atas kereta. Pengalaman-pengalaman seperti inilah yang ikut membentuk memori perjalanan dari masa ke masa.
Disamping itu, perubahan pelayanan juga terlihat pada petugas yang bekerja di dalam rangkaian. Ketika pada masa awal pelayanan berpusat pada kereta restorasi, dalam perkembangannya petugas hadir semakin dekat dengan penumpang. Penampilan petugas pun ikut berubah mengikuti perkembangan identitas perusahaan dan standar pelayanan. Dokumentasi perjalanan perkeretaapian memperlihatkan perubahan seragam dari masa ke masa, sejalan dengan perubahan dari PJKA, Perumka, PT Kereta Api hingga KAI.
Secara fungsi, kereta makan dilengkapi dapur dan ruang saji untuk mendukung penyediaan makanan dan minuman selama perjalanan. Pada sejumlah kereta makan tersedia pula tempat duduk yang memungkinkan pelanggan menikmati makanan dan minuman sekaligus perjalanan berlangsung.
Sepanjang tahun 2024–2025, ada sebanyak 17 Kereta Makan M1 selesai dimodifikasi, terdiri atas empat unit pada 2024 dan 13 unit pada 2025. Seluruhnya kemudian digunakan kembali untuk mendukung operasional sejumlah perjalanan KA Jarak Jauh. Program tersebut berlanjut pada 2026 dengan 10 Kereta Makan M1 yang masuk program modifikasi.
Pada saat yang sama, regenerasi berlangsung melalui pengadaan kereta baru produksi PT INKA. Dalam kontrak pengadaan 612 kereta periode 2023–2027, komposisinya mencakup 297 kereta eksekutif, 199 kereta ekonomi, 57 kereta makan, 57 kereta pembangkit, dan dua kereta bagasi. Kereta makan baru mulai hadir pada sejumlah rangkaian Stainless Steel New Generation. Kehadirannya melengkapi kereta makan generasi sebelumnya serta kereta makan hasil modifikasi yang masih beroperasi.
Penumpang dapat menjumpai karakter kereta makan yang berbeda bergantung pada rangkaian kereta api yang digunakan. Perubahan juga terasa dari makanan dan minuman yang tersedia. Layanan konsumsi saat ini dikelola KAI Services melalui Kuliner Kereta, dengan pilihan menu yang berkembang mengikuti kebutuhan penumpang.
Pada momen tertentu, pilihan makanan juga menyesuaikan kebutuhan perjalanan. Pelanggan juga tidak harus selalu mendatangi kereta makan untuk memperoleh makanan dan minuman. Pelayanan dilakukan oleh prama-prami di sepanjang rangkaian sehingga kebutuhan konsumsi dapat dilayani selama perjalanan.
Banyak hal telah berubah. Sarana semakin modern, seragam petugas berkembang, pilihan makanan semakin beragam, dan cara pelanggan mendapatkan pelayanan juga semakin mudah. Namun, ada satu benang yang tetap sama sejak puluhan tahun lalu, yaitu menghadirkan pelayanan selama penumpang menjalani perjalanan dengan kereta api.
Lesyiana Oktaviana, Pramugari Kereta Cantik yang Kuasai Empat Bahasa!
