Garuda Indonesia mengukuhkan komitmennya terhadap praktik penerbangan berkelanjutan (green airline) melalui langkah inovatif dengan menggandeng merek perlengkapan luar ruang lokal terkemuka, EIGER Adventure. Kolaborasi strategis ini bertujuan untuk mengolah kembali perlengkapan pesawat yang telah habis masa guna operasionalnya menjadi produk koleksi fungsional (collectible items) yang bernilai tambah.
Melalui program upcycling ini, material bekas pakai penerbangan berupa rompi pelampung (life vest) dan pelapis kursi (seat cover) disulap menjadi berbagai varian pouch yang dirancang untuk menyimpan perlengkapan perjalanan maupun kebutuhan sehari-hari.
Dalam pengembangannya, Garuda Indonesia menyuplai sekitar 60 kilogram material life vest dan 30 kilogram seat cover—termasuk bahan pelapis kursi berwarna hitam dan cokelat. Dengan mempertahankan karakter material aslinya, setiap produk akhir menghadirkan ciri khas tersendiri yang merekam cerita perjalanan di balik armada Garuda Indonesia.
Direktur Utama Garuda Indonesia, Thomas Oentoro, menyatakan bahwa inisiatif ini mencerminkan upaya perusahaan dalam mengelola sumber daya secara lebih bertanggung jawab sekaligus membuka ruang inovasi bersama jenama lokal Indonesia.
“Komitmen menuju green airline tidak hanya diwujudkan melalui efisiensi operasional penerbangan, tetapi juga bagaimana kami dapat mengelola sumber daya secara lebih bertanggung jawab. Bersama EIGER Adventure, kami ingin menunjukkan bahwa material pesawat yang telah menyelesaikan fungsi operasionalnya masih dapat dimanfaatkan kembali menjadi produk yang fungsional dan bernilai tambah,” ujar Thomas.
Langkah kolaboratif ini juga menjadi bagian dari keikutsertaan Garuda Indonesia dalam ajang internasional The Aviation Challenge (TAC) 2026 yang diselenggarakan oleh SkyTeam dengan dukungan IATA guna mendorong inovasi keberlanjutan di industri penerbangan.
Inovasi ini sebelumnya telah diperkenalkan kepada publik melalui showcase flight penerbangan GA118 dengan rute Jakarta–Kualanamu pada 6 Oktober 2026, di mana sebanyak 200 produk koleksi disiapkan khusus untuk para pelanggan.
Ke depannya, Garuda Indonesia berencana untuk terus memperluas penerapan prinsip keberlanjutan melalui optimalisasi pemanfaatan material operasional serta membuka peluang kolaborasi yang lebih luas dengan berbagai pemangku kepentingan. Langkah ini diharapkan tidak hanya mendukung ekonomi sirkular dan pengelolaan sumber daya yang bertanggung jawab, tetapi juga menghadirkan nilai tambah bagi pelanggan serta ekosistem industri kreatif nasional.
Etihad Daur Ulang Rongsokan Pesawat, Ada Baju dari Kulit Jok Sampai Replika Prestasi UEA
