Tuesday, November 3, 2026
HomeHot NewsTragedi di Everest: Dua Helikopter Tabrakan Saat Hendak Mendarat, Satu Tewas dan...

Tragedi di Everest: Dua Helikopter Tabrakan Saat Hendak Mendarat, Satu Tewas dan Dua Luka-luka

Kawasan penerbangan ekstrem di sekitar Gunung Everest, Nepal, kembali menelan korban jiwa akibat insiden kecelakaan udara. Pada Selasa pagi, 3 November 2026, sekitar pukul 08:11 waktu setempat, dua helikopter operasional dilaporkan mengalami tabrakan hebat saat bersiap untuk mendarat di helipad Pheriche, Distrik Solukhumbu, yang berlokasi tak jauh dari Everest Base Camp.

Insiden kecelakaan maritim dan aviasi pegunungan tinggi ini mengakibatkan seorang wisatawan asal India tewas di lokasi kejadian, sementara seorang penumpang warga negara Selandia Baru dan seorang pilot asal Nepal mengalami luka-luka dan harus segera dievakuasi medis.

Kecelakaan tragis ini melibatkan dua helikopter dari operator penerbangan lokal Nepal yang berbeda, yakni helikopter milik Fishtail Air dengan registrasi 9N-AJR dan helikopter milik Air Dynasty dengan registrasi 9N-AOD.

Berdasarkan laporan awal di lokasi kejadian, salah satu helikopter tengah menjalankan misi pengangkut penumpang hasil evakuasi penyelamatan (rescue operation), sementara helikopter lainnya sedang mengangkut pasokan kargo logistik. Benturan keras terjadi ketika baling-baling utama (rotor blades) dari kedua helikopter saling bertabrakan (rotor-blade clearance failure) di ruang udara sempit saat mendekati titik pendaratan helipad Pheriche.

Kawasan Pheriche yang berada di ketinggian sekitar 4.200 meter (13.780 kaki) di atas permukaan laut dikenal sebagai salah satu perlintasan udara paling berbahaya di dunia. Area ini merupakan titik krusial bagi lalu lintas helikopter pengangkut kargo, pendaki Gunung Everest, hingga misi evakuasi darurat.

Penerbangan di kawasan berketinggian ekstrem ini menuntut tingkat presisi yang sangat tinggi lantaran harus berhadapan dengan kondisi density altitude yang tipis, ruang helipad yang sangat terbatas, kontur pegunungan terjal, serta cuaca ekstrem yang kerap berubah secara mendadak.

Saat ini, otoritas penerbangan sipil Nepal telah menerjunkan tim investigasi untuk mendalami penyebab pasti tabrakan udara tersebut. Proses penyelidikan berfokus pada manajemen lalu lintas helipad, prosedur komunikasi serta koordinasi antar-pilot saat approach, ketepatan jarak aman baling-baling, hingga analisis kondisi cuaca serta visibilitas pada detik-detik sebelum benturan terjadi.

Bandara Lukla (Tenzing-Hillary) – Salah Satu Bandara Paling Berbahaya di Dunia, ‘Gerbang’ Pendakian ke Everest

RELATED ARTICLES

Yang Terbaru