Monday, November 2, 2026
HomeAnalisa AngkutanKereta Api Pilihan Ini Paling Legendaris di Masyarakat Hingga Kini, Apa Saja?

Kereta Api Pilihan Ini Paling Legendaris di Masyarakat Hingga Kini, Apa Saja?

Sebagai penikmat transportasi kereta api, tentu banyak beragam kenikmatan yang dirasakan. Mulai dari fasilitas, pelayanan, hingga perjalanan yang memiliki waktu tempuh paling baik. Hal ini membuat masyarakat yang biasa menggunakan kereta api menjadi pilihan untuk bepergian. Bahkan beberapa kereta api tersebut digadang-gadang paling legendaris dan digemari masyarakat.

Selain itu, sejumlah nama kereta api di Indonesia juga masih memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat. Meski telah beroperasi selama puluhan tahun dan melewati berbagai perkembangan teknologi, lima layanan kereta api legendaris milik PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI masih menjadi pilihan pelanggan untuk bepergian.

Kereta tersebut adalah KA Mutiara Selatan, Fajar Utama Solo, Senja Utama Solo, Fajar Utama Yogyakarta, dan Senja Utama Yogyakarta. Berdasarkan catatan KAI, kelimanya secara keseluruhan mengangkut 1.258.364 penumpang sepanjang Januari hingga September 2026. Angka tersebut menunjukkan bahwa kereta api dengan nama yang sudah dikenal lintas generasi masih mampu mempertahankan eksistensinya di tengah perubahan transportasi modern.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, mengatakan setiap layanan kereta api memiliki perjalanan sejarah dan cerita tersendiri yang melekat dalam kehidupan masyarakat. Nama-nama tersebut bukan sekadar identitas layanan, melainkan juga menjadi bagian dari pengalaman perjalanan masyarakat dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Salah satu kereta yang memiliki sejarah panjang adalah KA Mutiara Selatan. Layanan ini pertama kali beroperasi pada 17 Agustus 1972 dengan rute Bandung–Surabaya melalui jalur selatan Pulau Jawa. Lebih dari lima dekade beroperasi, kereta tersebut masih menunjukkan kinerja yang positif. Sepanjang Januari–September 2026, KA Mutiara Selatan tercatat melayani 342.036 penumpang. Jumlah tersebut meningkat 0,98 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Jejak panjang berikutnya dimiliki KA Senja Utama Solo yang mulai melayani perjalanan Solo–Jakarta pada 14 Oktober 1978. Kehadiran kereta ini kemudian dilengkapi dengan Fajar Utama Solo yang menawarkan alternatif waktu perjalanan bagi masyarakat. Kedua layanan tersebut kini hampir mencapai usia 48 tahun sejak perjalanan awal Senja Utama Solo.

Dari sisi jumlah penumpang, Fajar Utama Solo mencatat 164.342 penumpang selama Januari–September 2026. Angka ini meningkat 6,80 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, Senja Utama Solo melayani 155.695 penumpang atau mengalami pertumbuhan sebesar 4,65 persen secara tahunan. Jika digabungkan, kedua kereta tersebut mengangkut 320.037 penumpang.

Popularitas nama Fajar dan Senja juga ditemukan pada layanan rute Jakarta–Yogyakarta. Fajar Utama Yogyakarta dan Senja Utama Yogyakarta telah dikenal masyarakat sejak dekade 1980-an. Keduanya memiliki identitas yang erat dengan waktu keberangkatan, yakni pagi dan sore hari. Karakter tersebut membuat nama Fajar dan Senja mudah dikenali oleh pelanggan yang rutin menggunakan layanan kereta api di jalur tersebut.

Sepanjang sembilan bulan pertama 2026, Fajar Utama Yogyakarta mencatat 306.328 penumpang. Adapun Senja Utama Yogyakarta melayani 289.963 penumpang. Dengan demikian, kedua layanan tersebut secara keseluruhan mengangkut 596.291 penumpang.

Di balik panjangnya sejarah kelima kereta tersebut, perkembangan teknologi perkeretaapian juga membawa perubahan besar terhadap sarana dan fasilitas yang digunakan. Salah satu contohnya terlihat pada Fajar Utama Solo dan Senja Utama Solo. Ketika pertama kali beroperasi, Senja Utama Solo menggunakan kereta kelas bisnis produksi Goša dari Yugoslavia.

Namun, seiring perkembangan industri perkeretaapian nasional, kedua layanan tersebut kini telah menggunakan rangkaian generasi terbaru berbahan baja nirkarat atau stainless steel yang diproduksi PT Industri Kereta Api (INKA) di Madiun. Perubahan tersebut memperlihatkan bagaimana layanan kereta api terus beradaptasi dengan perkembangan zaman. Mulai dari sarana, fasilitas perjalanan, hingga sistem pemesanan tiket yang kini semakin mudah diakses masyarakat.

Anne menambahkan, sejarah perkeretaapian Indonesia tidak hanya tersimpan dalam bangunan stasiun maupun lokomotif tua. Nama-nama kereta yang telah menemani masyarakat selama puluhan tahun juga menjadi bagian dari warisan transportasi nasional. KAI pun berkomitmen menjaga nilai sejarah tersebut sembari terus meningkatkan kualitas pelayanan agar tetap sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Mengenal Kereta Api Lokal yang Super Murah dan Wajib Kalian Tahu

RELATED ARTICLES

Yang Terbaru