Garuda Indonesia resmi menggandeng Alunjiva Indonesia untuk memperluas akses pengembangan kompetensi bagi penyandang disabilitas melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang diumumkan di Jakarta pada 26 Oktober 2026. Melalui inisiatif ini, maskapai nasional tersebut menghadirkan program magang berbayar serta pemberdayaan UMKM guna membangun ekosistem kerja yang semakin inklusif dan mendukung transformasi Garuda Indonesia menuju world-class airline.
Program magang berbayar ini terbuka bagi penyandang disabilitas sensorik dan fisik dengan kualifikasi pendidikan minimal Diploma III (D3), di mana peserta terpilih akan memperoleh pengalaman kerja profesional langsung di service area Garuda Indonesia di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
Sebelum memasuki dunia kerja di industri penerbangan, peserta akan mengikuti pembekalan selama satu minggu, pengenalan lingkungan bandara, serta mendapatkan pendampingan profesional untuk pengembangan keterampilan teknis dan interpersonal. Pendaftaran program magang ini dibuka hingga 31 Oktober 2026 melalui laman alunjiva.id/MagangGarudaXAJ2026.
Selain program magang, kolaborasi strategis ini juga mencakup pemberdayaan UMKM yang diikuti oleh sedikitnya 30 penyandang disabilitas pemilik usaha di wilayah Jabodetabek bekerja sama dengan Garuda Indonesia Group. Para peserta UMKM akan mendapatkan pelatihan soft skill seperti motivasi usaha, integritas, kepemimpinan, komunikasi, dan storytelling, serta pelatihan hard skill berupa literasi keuangan, pemasaran digital, keberlanjutan bisnis, dan usaha kuliner. Tidak hanya itu, peserta juga akan menerima bantuan barang atau alat pendukung usaha setelah mengikuti pelatihan guna menopang kelangsungan bisnis yang sedang dijalankan.
Melalui rangkaian inisiatif inklusif ini, manajemen Garuda Indonesia berharap dapat mendorong partisipasi talenta disabilitas yang lebih luas dalam dunia kerja maupun dunia bisnis. Langkah ini sekaligus menghadirkan perspektif baru bahwa industri penerbangan yang inklusif tidak hanya diwujudkan melalui layanan yang dapat diakses oleh semua orang, melainkan juga melalui kesempatan yang setara untuk menjadi bagian dari insan yang menghadirkan layanan tersebut.
Berhati Malaikat, Anak ini Dampingi Penyandang Disabilitas Lewati Penerbangannya
