Tuesday, October 20, 2026
HomeAnalisa AngkutanMeski Mendapat Respons Tinggi, Ternyata Ada Kebiasaan Unik Bagi Penumpang KA Sangkuriang

Meski Mendapat Respons Tinggi, Ternyata Ada Kebiasaan Unik Bagi Penumpang KA Sangkuriang

Sebagai layanan kereta api yang menghungkan berbagai kota besar di Pulau Jawa tentu banyak masyarakat yang setia menggunakan transportasi tersebut karena lebih mudah dan bisa menentukan waktu hingga ditempat tujuan. Ya, perjalanan kereta api yang dirasakan penumpang ternyata memiliki pola unik setiap tiba di tempat tujuan. Meski beragam, pola ini sering dijumpai saat kereta api berhenti di stasiun yang banyak okupansinya.

Salah satu yang menjadk layanan terbaik dan terbaru di tahun 2026 adalah Kereta Api (KA) Sangkuriang relasi Bandung – Ketapang pp. Diketahui KA Sangkuriang mulai beroperasi dari Bandung pada 1 Mei 2026, sedangkan perjalanan dari Ketapang menuju Bandung dimulai sehari kemudian. Koridor ini membuka perjalanan langsung dari Jawa Barat menuju ujung timur Jawa melalui lintas selatan dan timur Pulau Jawa.

Lintas Sangkuriang melewati berbagai pusat kegiatan masyarakat dan kawasan wisata, antara lain Tasikmalaya, Ciamis, Yogyakarta, Solo, Madiun, Surabaya, Jember, Banyuwangi, hingga Ketapang. Kehadiran satu perjalanan langsung membuat mobilitas antarkawasan tersebut dapat berlangsung tanpa pelanggan harus berganti kereta pada perjalanan Bandung – Banyuwangi.

Dari Bandung Raya dan Priangan, jalurnya bertemu dengan kawasan Yogyakarta–Solo, Madiun, Surabaya Raya, kawasan Tapal Kuda, hingga Banyuwangi yang memiliki pasar perjalanan dengan karakter berbeda. Satu rangkaian Sangkuriang dapat melayani banyak pola perjalanan sekaligus. Pelanggan dapat naik dan turun di berbagai segmen sepanjang rute.

Nah, kebiasaan unik inilah yang ada pada perjalanan KA Sangkuriang. Ternyata Tak semua penumpang menempuh perjalanan hingga stasiun akhir di Ketapang, Banyuwangi. Di sepanjang jalur Bandung-Ketapang, penumpang bergantian turun dan naik di berbagai stasiun, menjadikan satu perjalanan kereta api sebagai penghubung beragam tujuan. Ada pelanggan yang menempuh perjalanan antarkota beberapa jam, ada pula yang melakukan perjalanan panjang hingga Jawa Timur.

Respons penumpang juga terlihat dari tingkat okupansi KA Sangkuriang. Berdasarkan kinerja Juli – September 2026, KA Sangkuriang nomor 7044A mencatat rata-rata okupansi 240,53 persen, tertinggi di antara KA unggulan dari dan menuju ke Bandung pada periode tersebut. Okupansinya mencapai sekitar 251 persen pada Juli, 244 persen pada Agustus, dan 227 persen pada September 2026.

Angka okupansi di atas 100 persen tersebut merupakan dampak dari pergantian penumpang pada berbagai segmen perjalanan. Satu tempat duduk dapat digunakan pelanggan berbeda setelah pelanggan sebelumnya turun di stasiun tujuan, sehingga angka tersebut tidak berarti jumlah pelanggan di dalam kereta melebihi kapasitas tempat duduk pada saat bersamaan.

PT Kereta Api Indonesia Persero atau KAI mencatat total 330.186 penumpang telah menggunakan KA Sangkuriang sepanjang Mei–September 2026. Layanan kereta relasi Bandung–Ketapang (PP) tersebut menjadi salah satu pilihan perjalanan lintas Jawa yang mendapat respons tinggi. Pergerakan pelanggan KA Sangkuriang tercatat 61.078 penumpang pada Mei, 70.399 penumpang pada Juni, 67.620 penumpang pada Juli, 68.974 penumpang pada Agustus, dan 62.115 penumpang pada September 2026. Dengan demikian, dalam lima bulan pertama operasinya KA Sangkuriang telah melayani lebih dari 330.000 perjalanan penumpang.

Menipu! Terdengar Sangat “Eropa,” Padahal Stasiun ini Terletak di Jawa Timur

RELATED ARTICLES

Yang Terbaru