Tuesday, October 6, 2026
HomeDaratMenelusuri Kisah Dibalik Nama Kereta Api yang Diilhami dari Raja dan Tokoh...

Menelusuri Kisah Dibalik Nama Kereta Api yang Diilhami dari Raja dan Tokoh Sejarah Indonesia

Kereta api di Indonesia sudah sangat populer dikalangan masyarakat yang melakukan perjalanan dari berbagai wilayah di Jawa dan Sumatera. Rute yang ditempuh juga lebih praktis dan memiliki pelayanan yang memuaskan. Dari segi nama, kereta apj di Indonesia memang lebih populer diambil dari berbagai ikonik Indonesia. Mulai dari nama Gunung hingga jejak sejarah yang sangat melegenda.

Belum lagi dilihat dari sejarahnya, sejarah perkeretaapian ternyata tidak hanya tersimpan pada kenangan jalur lama, stasiun tua, dan lokomotif legendaris. Jejak kebesaran masa lalu Nusantara juga hadir dalam kehidupan sehari-hari melalui penamaan rangkaian kereta api penumpang yang melintasi Pulau Jawa.

Nama-nama besar seperti KA Majapahit dan KA Singasari mengangkat kembali kejayaan kerajaan masa lalu, sementara KA Airlangga dan KA Jayabaya mengabadikan nama raja-raja legendaris. Tak ketinggalan, KA Gunungjati dan KA Ranggajati turut menghormati tokoh-tokoh penting dalam sejarah daerah. Berikut ini keunikan nama-nama kereta api Indonesia yanv diilhami dari tokoh hingga kerajaan

1. Kereta Api Airlangga
Nama Airlangga resmi diabadikan KAI untuk armada kereta kelas ekonomi yang diluncurkan pada 1 Oktober 2021 dengan rute Surabaya Pasar Turi–Pasar Senen pp. Raja Airlangga adalah penguasa penting di Jawa pada abad ke-11 (memerintah 1009–1042 M) sekaligus pendiri Kerajaan Kahuripan.

2. Kereta Api Brawijaya
Gelar Brawijaya sangat masyhur dalam tradisi dan historiografi Jawa sebagai sebutan bagi raja-raja yang memimpin Kerajaan Majapahit yang tercatat dalam Babad Tanah Jawi. Kata ini disinyalir merupakan gabungan dari Bhre (penguasa) dan Wijaya (keturunan Raden Wijaya, pendiri Majapahit), yang melambangkan kejayaan dan kemuliaan. Nama tersebut diabadikan pada KA Brawijaya yang diluncurkan pada 10 Maret 2021 yang beroperasi melayani relasi Malang–Gambir.

3. Kereta Api Dharmawangsa
Dharmawangsa Teguh adalah raja dari Kerajaan Medang (Wangsa Isyana) yang memerintah pada kurun waktu 991–1016 Masehi. Beliau juga merupakan kerabat dekat sekaligus mertua dari Raja Airlangga. Nama penguasa besar ini dipilih KAI untuk KA Dharmawangsa yang mulai beroperasi pada 1 Desember 2019 melayani rute Pasar Senen–Surabaya Pasar Turi via jalur utara.

4. Kereta Api Gajayana
Berasal dari Raja Gajayana, penguasa Kerajaan Kanjuruhan di wilayah Malang yang memerintah sekitar tahun 760–789 Masehi.  Nama raja yang hidup lebih dari 1.200 tahun lalu ini diabadikan sebagai salah satu layanan kereta eksekutif unggulan milik KAI. KA Gajayana pertama kali meluncur pada 28 Oktober 1999 melayani rute Malang–Gambir dengan menempuh jarak perjalanan sekitar 908 kilometer.

5. Kereta Api Gunungjati
Merujuk pada Sunan Gunung Jati (Syarif Hidayatullah), salah satu anggota Walisongo yang berperan besar dalam penyebaran agama Islam serta pembangunan peradaban di wilayah Cirebon dan Banten.

KA Gunungjati pertama kali beroperasi pada 1 Februari 1973 sebagai kereta ekspres relasi Cirebon–Jatinegara menggantikan layanan KA Patas, sebelum akhirnya berhenti beroperasi pada 1 Juni 1992 seiring hadirnya KA Cirebon Ekspres. Setelah lebih dari tiga dekade tidak aktif, KAI menghidupkan kembali nama Gunungjati pada 1 Februari 2025 untuk melayani koridor Semarang Tawang–Cirebon–Gambir.

6. Kereta Api Jayabaya
Prabu Jayabaya merupakan raja paling legendaris dari Kerajaan Panjalu (Kediri) yang memerintah sekitar tahun 1135–1157 Masehi. Masa kepemimpinannya menandai era keemasan sastra Jawa, salah satunya ditandai dengan penyusunan kitab Kakawin Bharatayuddha.

Lebih dari delapan abad kemudian, namanya diabadikan menjadi KA Jayabaya. Resmi diluncurkan pada 18 Oktober 2014 dengan rute Pasar Senen–Malang, peluncuran kereta ini juga menjadi tonggak kepedulian KAI terhadap difabel melalui penyediaan gerbong khusus yang ramah bagi pengguna kursi roda.

7. Kereta Api Jaka Tingkir
Nama muda dari Sultan Hadiwijaya ini merupakan pendiri sekaligus penguasa Kesultanan Pajang pada abad ke-16. Tokoh rekaan sekaligus historis ini dikenal tangguh dan memiliki perjalanan hidup yang legendaris dalam babad Jawa.

Nama tokoh ini diabadikan pada KA Jaka Tingkir yang beroperasi sejak 8 Desember 2013 untuk melayani relasi Solo Purwosari–Pasar Senen. Penamaan ini juga memiliki benang merah sejarah dengan KA Mataram, mengingat pampatan politik Pajang di kemudian hari melahirkan Kesultanan Mataram Islam.

8. Kereta Api Kertajaya
Kertajaya adalah raja terakhir Kerajaan Kadiri yang memerintah dari tahun 1194 hingga 1222 Masehi. Masa kekuasaannya berakhir setelah dikalahkan oleh Ken Arok dalam Pertempuran Ganter, yang kemudian memicu berdirinya Kerajaan Singasari. Saat ini, nama Kertajaya digunakan untuk layanan KA jarak jauh yang menghubungkan Surabaya Pasar Turi dan Pasar Senen melalui lintas utara Jawa.

9. Kereta Api Siliwangi
Nama KA Siliwangi diilhami dari Prabu Siliwangi, sosok raja agung dalam tradisi, sastra, dan ingatan kolektif masyarakat Sunda yang dikaitkan dengan era kejayaan Kerajaan Sunda-Pajajaran. Nama ini diabadikan untuk KA Siliwangi yang mulai beroperasi pada 8 Februari 2014 melayani rute regional Cianjur–Sukabumi. Penamaan kereta ini menjadi wujud pelestarian kisah keteladanan kepemimpinan lokal di tanah Pasundan.

10. Kereta Api Sawunggalih
Sawunggalih (Tumenggung Kartowiyogo) merupakan sosok pahlawan lokal dalam sejarah dan cerita rakyat Purworejo. Beliau berkiprah pada masa pemerintahan Sultan Hamengku Buwono I saat pembentukan Kesultanan Yogyakarta pasca-Perjanjian Giyanti 1755. Pengoperasian KA Sawunggalih dimulai pada 31 Mei 1977 untuk melayani relasi Kutoarjo–Pasar Senen. Perjalanan perdana kereta ini ditarik oleh lokomotif diesel legendaris seri BB 201 08.

Bukan Hanya Gunung dan Sungai, Inilah Daftar Kereta Api Indonesia yang Menggunakan Nama Tumbuhan

RELATED ARTICLES

Yang Terbaru