Industri manufaktur penerbangan nasional kembali mengukir prestasi gemilang di kancah internasional. Perusahaan manufaktur dalam negeri, PT Bukaka Teknik Utama Tbk (BUKK), dipercaya untuk memasok sebanyak 56 unit jembatan penyeberangan penumpang (passenger boarding bridge atau garbarata) generasi terbaru untuk proyek modernisasi Terminal 3 Bandara Internasional Changi, Singapura.
Kontrak pengadaan garbarata ini semakin memperkuat posisi produk manufaktur Indonesia dalam mendukung operasional salah satu hub penerbangan terbaik dan tersibuk di dunia.
Langkah Bukaka dalam menembus pasar Singapura ini menjadi bukti ketangguhan produk lokal yang mampu memenuhi standar kualifikasi, keamanan, dan teknologi tingkat tinggi yang ditetapkan oleh Changi Airport Group (CAG).
Garbarata generasi anyar yang disuplai oleh Bukaka mengusung desain dan fitur keselamatan modern yang disesuaikan dengan kebutuhan pelayanan armada pesawat komersial berbadan sedang (narrow-body) maupun berbadan lebar (wide-body), termasuk fleksibilitas operasional untuk melayani pesawat generasi terbaru.
Secara teknis, garbarata generasi baru buatan Bukaka dirancang dengan pengoperasian berbasis sistem kontrol canggih yang memberikan tingkat akurasi serta efisiensi tinggi saat proses docking ke pintu pesawat.
Dilengkapi dengan material peredam suhu dan kaca berspesifikasi khusus, garbarata ini tidak hanya menawarkan kenyamanan ekstra dan pandangan panorama yang luas bagi para penumpang, tetapi juga efisiensi energi yang optimal bagi pengelola bandara. Daya tahan struktur yang tangguh serta fitur keselamatan otomatis yang terintegrasi memastikan proses naik-turun penumpang berjalan cepat, mulus, dan aman.
Kerja sama strategis ini sekaligus memperpanjang rekam jejak Bukaka sebagai pilar eksportir garbarata kelas dunia yang produknya telah tersebar di puluhan bandara internasional di kawasan Asia, Timur Tengah, hingga Eropa.
Keberhasilan memasok 56 unit garbarata untuk Terminal 3 Changi tidak hanya mendongkrak reputasi industri penerbangan tanah air, tetapi juga menjadi dorongan positif bagi daya saing produk ekspor berbasis teknologi dari Indonesia di pasar global.
Pengadaan unit anyar ini sekaligus mendukung strategi Changi Airport Group dalam mengoptimalkan masa pakai serta keandalan operasional infrastruktur Terminal 3 yang terus mengalami peningkatan lalu lintas penumpang pascalandemi. Dengan pergantian garbarata secara bertahap menggunakan unit baru buatan Bukaka, pengelola bandara memastikan waktu henti operasional (downtime) akibat perawatan dapat ditekan seminimal mungkin.
Langkah revitalisasi fasilitas darat ini kian mempertegas komitmen Changi dalam menyajikan pengalaman transit dan penerbangan tingkat dunia (world-class passenger experience) yang serba modern, cepat, dan aman bagi jutaan traveler internasional.
Serupa Tapi Tak Sama, Inilah Perbedaan Moveable Bridge dengan Garbarata di Bandara
