Menggunakan transportasi berbasis rel alias kereta api tentu didasari dengan kenyamanan dan keselamatan para penumpangnya. Setiap perjalanan tentunya didukung dengan infrastruktur serta perawatan yang sangat optimal dan maksimal. Tak hanya perawatan rangkaian kereta apinya saja, namun perawatan secara ketat dilakukab pada infrastruktur jalan rel.
Perawatan jalan rel menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga perjalanan kereta api tetap aman dan lancar. Di balik perjalanan kereta menuju berbagai tujuan, terdapat pekerjaan rutin untuk memastikan kondisi prasarana tetap terjaga. Berbagai wilayah yang berbeda pada kontur tanah yang dilewati kereta api tentu harus dilakukan perawatan secara rutin agar keselamatan perjalanan kereta api semakin terjaga.
PT Kereta Api Indonesia (KAI) kini mengembangkan sejumlah inovasi dalam perawatan prasarana, mulai dari penggunaan bantalan sintetis hingga pemanfaatan peralatan berbasis baterai dan listrik. Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan kesiapan prasarana menjadi salah satu faktor yang mendukung perjalanan kereta api. Hal ini membuat KAI terus menghadirkan inovasi pada material dan teknologi perawatan agar prasarana tetap andal serta mendukung keberlanjutan lingkungan.
Salah satu material yang digunakan adalah bantalan sintetis berbahan Fiber Reinforced Foamed Urethane sebagai alternatif bantalan kayu. Material tersebut memiliki umur teknis yang lebih panjang dibandingkan bantalan kayu serta lebih tahan terhadap cuaca dan kondisi lingkungan. Berdasarkan data KAI, pengadaan bantalan sintetis terus dilakukan dalam beberapa tahun terakhir.
Pada 2022, KAI mengadakan 5.656 batang bantalan sintetis. Jumlah tersebut meningkat menjadi 16.353 batang pada 2023, kemudian 15.864 batang pada 2024, 13.789 batang pada 2025, dan 16.839 batang pada 2026.
Dengan demikian, total pengadaan bantalan sintetis sepanjang 2022 hingga 2026 mencapai 68.501 batang.
Dengan demikian, total pengadaan bantalan sintetis sepanjang 2022 hingga 2026 mencapai 68.501 batang. Menurut Anne, penggunaan bantalan sintetis dapat membantu memperpanjang masa penggunaan material sehingga frekuensi penggantian dapat dikurangi. Selain itu, penggunaan material tersebut juga mengurangi kebutuhan kayu sebagai bahan baku dan timbulan limbah akibat pergantian bantalan.
Sebelum digunakan pada jalur rel, bantalan sintetis menjalani sejumlah pengujian teknis. Pengujian meliputi kekuatan lentur, modulus Young, ketahanan beban lentur, kekuatan tekan longitudinal, kekuatan geser, kekuatan geser lekat, tegangan tembus arus, resistansi isolasi, hingga kekuatan cabut screw spike. Pengujian lainnya mencakup pengukuran dimensi, ketahanan api, ketahanan fatik, serta ketahanan terhadap cuaca.
Sejarah mencatat bahwa standarisasi bantalan rel di Indonesia mulai diperketat sejak era perusahaan nasional mulai melakukan modernisasi infrastruktur besar. Referensi dari buku sejarah perkeretaapian menjelaskan transformasi material ini sebagai langkah menuju sistem transportasi yang lebih modern dan aman. Ketelitian dalam pemasangan setiap keping bantalan menjadi kunci utama dalam menghindari risiko terjadinya anjlokan pada rangkaian kereta yang melintas.
Di Bangladesh, Baut Rel Kereta Diganti dengan Batang Bambu dan Pisang
