Tuesday, September 8, 2026
HomeAnalisa AngkutanRusia dan Korea Utara Resmi Buka Jembatan Darat Pertama di Sungai Tumen

Rusia dan Korea Utara Resmi Buka Jembatan Darat Pertama di Sungai Tumen

Pemerintah Rusia dan Korea Utara secara resmi mengoperasikan jembatan penyeberangan jalan raya pertama yang menghubungkan langsung kedua negara di melintasi Sungai Tumen. Infrastruktur jalan sepanjang satu kilometer tersebut menghubungkan kawasan Khasan di Primorsky Krai, Rusia, dengan wilayah Tumangang di Korea Utara, tidak jauh dari posisi Jembatan Persahabatan Kereta Api yang telah berdiri sejak tahun 1959.

Peresmian fasilitas perbatasan bersejarah ini dipimpin langsung oleh Perdana Menteri Rusia Mikhail Mishustin bersama Perdana Menteri Korea Utara Pak Thae-song. Jembatan baru ini dinamai Perwira Uni Soviet Yakov Novichenko—sosok yang dikenal dalam sejarah diplomasi kedua negara karena menyelamatkan pendiri Korea Utara, Kim Il-sung, dari insiden granat pada tahun 1946. Konstruksi jembatan darat ini mulai diakselerasi sejak tahun 2025 sebagai tindak lanjut dari kunjungan kenegaraan Presiden Vladimir Putin ke Pyongyang.

Fasilitas transportasi darat ini dirancang untuk menampung kapasitas lalu lintas hingga 300 kendaraan setiap harinya. Pada tahap awal pengoperasian, jembatan diprioritaskan untuk kelancaran arus angkutan barang dan logistik kargo komersial. Sementara itu, layanan penyeberangan bagi pergerakan penumpang dan aktivitas pariwisata ditargetkan dapat beroperasi penuh pada akhir tahun ini.

Para pejabat dari kedua negara mengklaim keberadaan jembatan ini sebagai simbol peningkatan konektivitas ekonomi, perdagangan bilateral, dan pariwisata kawasan perbatasan. Kendati demikian, pengoperasian jembatan darat ini tak luput dari sorotan pengamat internasional.

Sejumlah analis geopolitik dan militer menyoroti potensi pemanfaatan jaringan transportasi baru ini sebagai jalur logistik darat strategis guna mendukung pergerakan material dan perlengkapan di luar jalur kereta api konvensional yang selama ini beroperasi.

Hadapi Sanksi Barat, Rusia dan Cina Akan Terhubung dengan Jembatan Kereta

RELATED ARTICLES

Yang Terbaru