Wednesday, September 2, 2026
HomeAnalisa AngkutanIni Daftar Rute Kereta Api Terpanjang di Sumatera, Rekor Diraih Rajabasa

Ini Daftar Rute Kereta Api Terpanjang di Sumatera, Rekor Diraih Rajabasa

Jalur kereta api di Pulau Jawa memang terbentang luas baik wilayah utara maupun selatan. Bahkan karena memiliki lebih dari ribuan kilometer, ada pula perjalanan kereta api yang memiliki rute paling panjang hingga 1000 kilometer hanya sekali perjalanan. Tentunya masyarakat yang merasakan rute terpanjang tersebut tak perlu repot untuk pindah atau berganti rangkaian kereta api lagi.

Nah, selain di Pulau Jawa ternyata rute terpanjang di Pulau Sumatera juga memiliki perjalanan kereta api yang sama. Berbagai di wilayah Sumatera ada pula perjalanan kereta api terpanjang bahkan paling lama. Tentu karena selain perjalanannya yang cukup padat dengan aktivitas kereta angkutan barang, banyaknya area jalur kereta api masih menggunakan satu jalur (single track).

Menurut Vice President Corporate Communication PT Kereta Api Indonesia Persero atau KAI Anne Purba turut mengatakan bahwa ini karena peningkatan jumlah penumpang pada seluruh layanan yang menunjukkan kuatnya kebutuhan masyarakat Sumatera terhadap transportasi massal yang menghubungkan kota, kabupaten, pusat perdagangan, kawasan pendidikan, layanan publik, dan destinasi wisata.

Nah, berikut ini daftar nama kereta api yang memiliki rute terpanjang menurut informasi dari KAI yang dirangkum dari berbagai suumber.

1. Kereta Api Sribilah Utama (266 kilometer)
Pada Semester I 2026, layanan ini mencatat 419.637 penumpang atau meningkat 8,30 persen dibandingkan Semester I 2025 yang mencapai 387.459 penumpang. Kereta ini menghubungkan Medan dengan Tebing Tinggi, Kisaran, Membang Muda, hingga Rantau Prapat. Relasi ini mendukung aktivitas pemerintahan, perdagangan, pendidikan, jasa, perkebunan, dan pelayanan publik di Sumatera Utara.

Setibanya di Medan, penumpang dapat melanjutkan perjalanan menuju kawasan Kesawan, Istana Maimun, pusat kuliner, serta berbagai bangunan bersejarah. Sementara perjalanan menuju Rantau Prapat memudahkan akses ke pusat ekonomi dan pelayanan di wilayah Labuhanbatu.

2. Kereta Api Kuala Stabas (215 kilometer)
Selama Semester I 2026, KA Kuala Stabas melayani 377.928 penumpang atau meningkat 4,93 persen dibandingkan Semester I 2025 yang mencapai 360.185 penumpang. Kereta api tersebut melayani mobilitas masyarakat di wilayah Lampung dan Kabupaten Ogan Komering Ulu untuk bekerja, menempuh pendidikan, berdagang, memperoleh layanan kesehatan, maupun mengunjungi keluarga.

Dari Baturaja, penumpang dapat melanjutkan perjalanan menuju Gua Putri dan Situs Gua Harimau. Sementara Tanjungkarang menjadi pintu menuju pusat Kota Bandar Lampung dan berbagai destinasi wisata di Provinsi Lampung.

3. Kereta Api Sindang Marga (305 kilometer)
Pada Semester I 2026, KA Sindang Marga melayani 159.658 penumpang atau meningkat 8,03 persen dibandingkan Semester I 2025 yang mencapai 147.797 penumpang.

Relasi yang menghubungkan Palembang dengan Prabumulih, Muara Enim, Lahat, Tebing Tinggi, hingga Lubuklinggau sehingga mendukung mobilitas pekerja, pelaku usaha, pelajar, dan masyarakat menuju berbagai pusat pelayanan publik. Penumpang juga dapat mengunjungi kawasan Sungai Musi di Palembang, situs megalitik di Kabupaten Lahat, Air Terjun Temam, hingga Bukit Sulap di Lubuklinggau.

4. Kereta Api Bukit Serelo (305 kilometer)
Berbeda dengan KA Sindang Marga, layanan ini menjadi pilihan masyarakat yang menggunakan kelas ekonomi. Sepanjang Semester I 2026, KA Bukit Serelo melayani 278.705 penumpang atau meningkat 1,11 persen dibandingkan Semester I 2025 sebanyak 275.636 penumpang.

Diketahui bahwa nama Bukit Serelo diambil dari bentang alam khas Kabupaten Lahat yang dikenal sebagai Bukit Jempol karena bentuknya menyerupai ibu jari. Kereta api ini banyak dimanfaatkan pekerja, pelajar, pedagang, keluarga, serta masyarakat yang bepergian menuju pusat pendidikan, kesehatan, perdagangan, pemerintahan, dan pelayanan publik.

5. Kereta Api Rajabasa (388 kilometer)
Menghubungkan Bandar Lampung dan Palembang, dua ibu kota provinsi yang menjadi pusat pemerintahan, perdagangan, pendidikan, kuliner, dan pariwisata di wilayah selatan Sumatera.

Setibanya di Kertapati, pelanggan dapat melanjutkan perjalanan menuju Sungai Musi, Jembatan Ampera, Benteng Kuto Besak, pusat kuliner, hingga sentra kerajinan khas Sumatera Selatan. Sementara dari Tanjungkarang, perjalanan dapat diteruskan menuju pusat Kota Bandar Lampung dan berbagai destinasi wisata alam maupun bahari di Lampung.

Meme Nama Stasiun Ini Bisa Bikin Anda Tertawa dan Baper Lho

RELATED ARTICLES

Yang Terbaru