Monday, August 31, 2026
HomeHot NewsLokomotif CC300 Buatan INKA Mampir ke Bogor, Ada Apa?

Lokomotif CC300 Buatan INKA Mampir ke Bogor, Ada Apa?

Terlihat hal yang tidak biasa pada jalur Jakarta – Bogor beberapa hari lalu. Ya, satu unit lokomotif merah melintas pada malam hari menuju arah Bogor. Tak hanya itu, pada pecinta kereta api (Railfans) pun mengabadikan di stasiun-stasiun yang dilewati lokomotif bernomor seri CC300 12 03 tersebut. Hal ini membuat jadi pertanyaan akan kedatangan lokomotif buatan asli Indonesia tersebut.

Dari kabar yang diperoleh dari berbagai sumber bahwa PT Kereta Api Indonesia Persero atau KAI rencananya akan melaksanakan uji coba jalur hulu lintas Bogor Paledang – Cicurug pada tanggal 31 Agustus dan 1 September 2026. Uji coba ini menggunakan lokomotif CC 300 sebagai persiapan operasional jalur ganda (double track).

Dalam keterangan resminya, uji coba ini akan dilakukan oleh Balai Teknik Perkeretaapian Kelas 1 Bandung dan PT KAI. Dalam rilis resminya, Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, mengatakan uji coba akan berlangsung pada Senin, 31 Agustus dan Selasa, 1 September 2026. Uji coba beban akan dilakukan menggunakan Lokomotif CC 300 milik Direktorat Jenderal Kereta Api (DJKA).

Uji coba ini dilakukan setelah PT KAI memastikan rencana aktivitas KRL atau kereta listrik dari stasiun bogor hingga ke Lido Cigombong. Rencana ini mempertegas program pengembangan besar jaringan commuter line Jabodetabek ke daerah penyangga seperti Cikampek dan Sukabumi.

Hal tersebut juga diungkap Direktur Utama PT KAI Persero, Bobby Rasyidin saat bertemu Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor Kamis 20 Agustus 2026 di Balai Kota Bogor. PT KAI dan Pemkot Bogor membahas pengembangan fasilitas dan layanan perkeretaapian khususnya rencana revitalisasi Stasiun Bogor

PT KAI sebelumnya mengungkap rencana perluasan jaringan Kereta Rel Listrik (KRL) Jabodetabek hingga ke Sukabumi, Jawa Barat. Proyek ini menjadi bagian dari pengembangan besar jaringan commuter line untuk meningkatkan kapasitas angkutan penumpang yang terus tumbuh dalam beberapa tahun ke depan.

Hal tersebut diungkap PT KAI dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, pada Juni 2026. Rencana tersebut menjadi salah satu langkah KAI untuk memperluas jangkauan layanan transportasi massal berbasis rel di kawasan penyangga Jakarta. Jika terealisasi, masyarakat Sukabumi nantinya dapat menikmati layanan KRL yang terintegrasi dengan jaringan Jabodetabek.

Saat jalur hulu tersebut sudah beroperasi secara normal, KAI juga menegaskan agar masyarakat senantiasa berhati-hati dan mematuhi rambu serta aturan di perlintasan. Aktivitas apa pun di jalur kereta dilarang keras karena dapat membahayakan keselamatan perjalanan maupun masyarakat sekitar.

Dan tentunya diharapkan perjalanan kereta api menjadi lebih lancar, aman, nyaman, dan andal. Peningkatan kapasitas lintas ini juga diharapkan mampu mendukung mobilitas masyarakat dan memperkuat layanan transportasi publik di wilayah Bogor dan Sukabumi.

Mengenai lokomotif yang dilakukan uji coba merupakan hasil karya buatan PT Industri Kereta Api (INKA) Madiun. Nah, keunggulannya pun ternyata tidak ditemukan pada lokomotif sejenis buatan General Electric (GE) buatan Amerika Serikat, karena sistem kelistrikan terletak di bagian bawah sehingga memungkinkan terjadinya korsleting ketika terkena banjir.

Selain itu, lokomotif ini sudah dilengkapi genset di dalamnya, sehingga tidak perlu lagi menarik 1 gerbong khusus untuk genset seperti yang biasa dilakukan pada di kereta penumpang diesel umumnya. Diesel ini nanti berfungsi untuk membangkitkan fasilitas elektronik di dalam kereta seperti fasilitas penerangan (lampu) dan penyejuk udara (AC).

Terobos Banjir di Semarang, Inilah Keunggulan Lokomotif DH CC300 Produksi PT INKA

RELATED ARTICLES

Yang Terbaru