Thursday, July 23, 2026
HomeAnalisa AngkutanSubsidi Tetap jadi Incaran Masyarakat Gunakan Kereta Api, Ini Data dari KAI

Subsidi Tetap jadi Incaran Masyarakat Gunakan Kereta Api, Ini Data dari KAI

Perjalanan jarak jauh menggunakan kereta api terus menjadi pilihan masyarakat. Selain cepat dan praktis, fasilitas yang nyaman pun menjadi hal utama yang dirasakan hingga tiba di stasiun tujuan. Berbagai pelayanan selama di kereta api memang tak semua sama. Namun yang terpenting penumpang bisa tiba di tujuan dengan selamat. Selain itu, berbagai fasilitas yang diberikan pun beragam tergantung dari kelas dipilih.

Untuk kenyamanan saja, penumpang tentu memilih kelas yang lebih baik pelayanan serta kenyamanan selama perjalanan. Dan tentu saja dengan tarif yang wajar, pastinya selama di perjalanan kereta api lebih merasakan kenyamanan yang lebih. Lalu, bagaimana dengan kenyamanan di kereta api dengan tarif yang lebih murah? Ternyata tetap tak menyurutkan minat penumpang untuk menggunakan kereta api hingga tiba di stasiun tujuan.

Ya, tarif kereta api memang beragam. Ada yang tertinggi hingga terendah, bahkan hingga tarif yang disubsidi. Namun begitu, masyarakat tentu masih bisa merasakan naik kereta api dengan tarif subsidi tersebut. Tentunya hal tersebut menjadi dukungan pemerintah melalui skema Public Service Obligation (PSO) dan layanan kereta api perintis terus menjadi tulang punggung penyediaan transportasi publik yang terjangkau.

Menurut data dari PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) yang diterima sepanjang semester I 2026, melayani 258,99 juta penumpang, dengan sekitar 90,79 persen di antaranya menggunakan layanan yang berada dalam kelompok operasional PSO, kereta perintis, maupun penugasan pemerintah. Volume penumpang KAI pun pada Januari hingga Juni 2026 mencapai 258,9 juta orang, itu berarti meningkat 7,55 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 240,8 juta penumpang.

Pertumbuhan tersebut didorong oleh meningkatnya mobilitas masyarakat pada berbagai layanan, mulai dari kereta jarak jauh, kereta lokal, commuter line, Light Rapid Transit (LRT), hingga kereta bandara. Keberadaan PSO dan layanan perintis memungkinkan masyarakat tetap memperoleh akses transportasi berbasis rel dengan tarif yang terjangkau, sekaligus memperluas konektivitas di berbagai daerah.

Dari total pelanggan Semester I 2026, sebanyak 235,14 juta pelanggan berasal dari kelompok layanan yang mencakup PSO, KA Perintis, dan penugasan pemerintah. Kelompok tersebut meliputi layanan KA jarak jauh dan lokal bersubsidi, KAI Commuter, LRT Jabodebek, sebagian layanan KA Bandara, LRT Sumatra Selatan, hingga KA Makassar – Parepare.

Pada layanan KA jarak jauh dan lokal yang dikelola KAI, sebanyak 9,54 juta penumpang menggunakan kereta bersubsidi selama enam bulan pertama 2026, meningkat 8,08 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Rinciannya, KA jarak jauh PSO melayani 5,96 juta penumpang atau naik 4,88 persen, sedangkan KA lokal PSO mengangkut 3,58 juta penumpang, tumbuh 13,85 persen secara tahunan.

Layanan ini dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai kebutuhan, mulai dari bekerja, bersekolah, berdagang, hingga mengakses layanan kesehatan dan pusat ekonomi. Dari situlah dukungan pemerintah memberi ruang agar kebutuhan perjalanan masyarakat dapat dilayani dengan tarif sesuai penugasan.

Sementara itu, KAI Commuter mencatatkan pertumbuhan pelanggan menjadi 204,15 juta orang sepanjang Semester I 2026 atau naik 6,58 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kemudian untuk LRT Jabodebek mengangkut 16,02 juta pelanggan, meningkat signifikan 22,84 persen secara tahunan.

Untuk kereta bandara, layanan yang memperoleh dukungan PSO melayani 3,05 juta pelanggan selama semester I 2026, naik 3,14 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Angka tersebut mencakup layanan KA Bandara Yogyakarta International Airport serta KA Srilelawangsa relasi Medan – Kualanamu dan Medan – Kuala Bingai.

Sementara itu, layanan kereta api perintis juga terus menunjukkan kontribusi dalam memperluas akses transportasi berbasis rel. LRT Sumatra Selatan melayani 2,21 juta pelanggan selama penumpang hingga Juni 2026, sedangkan KA Makassar – Parepare mengangkut 172.011 penumpang.

Hal tersebut menegaskan keberhasilan penyelenggaraan transportasi publik berbasis rel tidak terlepas dari kolaborasi antara pemerintah, regulator, operator, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan. Dukungan Pemerintah melalui PSO dan KA Perintis membantu menjaga kereta api tetap hadir sebagai pilihan transportasi yang terjangkau, aman, dan andal.

Australia Punya Jalur Lurus Kereta Api Terpanjang di Dunia

RELATED ARTICLES

Yang Terbaru