Wednesday, July 15, 2026
HomeHot NewsTak Terima Ditegur! Petugas Perlintasan Leuwigoong Dikeroyok Oknum, Dedi Mulyadi: Pelaku Segera...

Tak Terima Ditegur! Petugas Perlintasan Leuwigoong Dikeroyok Oknum, Dedi Mulyadi: Pelaku Segera Menyerahkan Diri

Insiden yang terjadi pada petugas perlintasan di Jalan Karangsari – Cibatu, Garut tepatnya di pintu perlintasan (JPL) 227 Leuwigoong. Dalam kasus yang beredar di media sosial tersebut bahwa korban seorang petugas pintu perlintasan di kawasan tersebut menjadi sasaran pengeroyokan oleh pemuda. Sedikitnya 3 pemuda yang menjadi pelaku pengeroyokan terhadap petugas yang sedang berjaga.

Aksi yang terjadi pada 14 Juli 2026 tersebut menjadi sorotan warga net yang melihatnya geram terhadap para pelaku. Menurut informasi yang diterima bahwa insiden yang terjadi ketika petugas tengah menjalankan tugasnya untuk menjaga keselamatan perjalanan kereta api dan mengingatkan pengguna jalan agar mematuhi aturan saat melintasi perlintasan sebidang. Namun, upaya petugas dalam mengutamakan keselamatan justru berujung pada tindakan kekerasan yang dilakukan oleh sejumlah oknum.

Manager Humas PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung, Kuswardojo, mengatakan pihaknya sangat menyesalkan aksi kekerasan yang menimpa petugas yang sedang menjalankan tugas menjaga keselamatan perjalanan kereta api dan pengguna jalan. Menurutnya, hal tersebut hingga terjadi adanya pemukulan dan pengeroyokan terhadap petugas JPL 227 Leuwigoong yang terjadi pada hari kemarin lebih kurang pukul 14.00 WIB siang hari.

KAI menegaskan bahwa keberadaan petugas penjaga perlintasan merupakan bagian dari upaya menjaga keselamatan perjalanan kereta api maupun pengguna jalan yang melintasi perlintasan sebidang. Karena itu, KAI mengajak seluruh masyarakat untuk menghormati petugas yang sedang menjalankan tugas dan mematuhi aturan saat melintasi rel kereta api.

Hingga berita ini diturunkan dan tersebar di media sosial, peristiwa tersebut turut mendapat perhatian Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Ia mengecam aksi pengeroyokan yang dilakukan para pelaku dan meminta kepolisian segera menangkap mereka.

“Orang menjalankan tugas dengan baik, mencegah terjadinya kecelakaan akibat kelalaian adalah tugas yang sangat mulia. Orang yang marah ketika ditegur adalah tindakan yang sangat bodoh. Saya meminta agar pelaku segera menyerahkan diri,” kata Dedi. Ia juga memastikan akan mengawal penanganan perkara hingga tuntas dan mendampingi petugas yang menjadi korban.

Orang nomor satu di Jawa Barat itu juga memastikan akan memberikan pendampingan hingga proses hukum terhadap pelaku selesai. Dedi menambahkan bahwa petugas perlintasan tidak hanya menjalankan tugas lalu lintas kereta api, tetapi juga tugas kemanusiaan untuk melindungi keselamatan masyarakat.

PT KAI menegaskan tidak akan berhenti pada penanganan internal semata. Perseroan memastikan akan terus mengawal proses hukum agar kasus tersebut diproses sesuai ketentuan yang berlaku dan memberikan efek jera kepada pelaku. Selain itu, KAI juga berkomitmen memberikan perlindungan kepada seluruh petugas yang bertugas di lapangan agar dapat menjalankan pekerjaannya dengan aman dan nyaman.

Jalur Perlintasan KA, Masih Jadi Momok Menakutkan

RELATED ARTICLES

Yang Terbaru