Angkut Giant Panda, Garuda Indonesia Dandani Airbus A330 dengan Tema dan Livery Khusus

Sepasang Giant Panda dari Chengdu, Cina telah tiba di Jakarta pada hari Kamis lalu (28/9). Dengan menumpangi pesawat Airbus A330-200 Garuda Indonesia GA887, kedua Panda ini diterbangkan selama 6 jam 50 menit dan tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pukul 08.50 WIB.

Baca juga: Garuda Indonesia Travel Fair Fase II, Roadshow ke 22 Kota

Bagi Garuda Indonesia, membawa sepasang Panda ini menjadi momen yang spesial, pasalnya penerbangan reguler GA887 adalah mengambil rute Chengdu-Denpasar -Jakarta dan secara khusus di re-route menjadi Chengdu-Jakarta-Denpasar, khusus untuk mengantarkan sang Panda ke Jakarta lebih dulu.

Fasilitas pengangkutan kedua panda raksasa ini dengan jenis Ailuropoda Melanoleuca yang merupakan bentuk dukungan Garuda Indonesia terhadap upaya pelestarian dan konservasi populasi Panda di dunia yang juga menandai adanya peningkatan hubungan bilateral dan telah dijalin antara Republik Indonesia dan Republik Rakyat Cina. Direktur Utama Garuda Indonesia Pahala N Mansyury mengungkapkan sebagai national flag carrier, menjadi kehormatan tersendiri bagi Garuda Indonesia dalam mengambil bagian dalam upaya tindak lanjut dari inisiasi konservasi panda yang di jalin sejak peringatan 60 tahun hubungan diplomatik.

“Persiapan penerbangan Panda ini telah kami lakukan sejak tiga bulan lalu melalui koordinasi intensif dan safety risk assessment yang dilakukan antara seluruh pihak terkait, mulai dari jajaran operasional penerbangan, pihak manufaktur, hingga otoritas terkait lainnya, sehingga saat pengangkutan sepasang Giant Panda dari Chengdu ke Jakarta dapat berlangsung dengan lancar,” lanjut Pahala yang dikutip KabarPenumpang.com dari siaran pers (28/9/2017).

Livery Sticker Panda di body Garuda Idonesia (Istimewa)

Penerbangan re-route ini juga menyiapkan kompartemen khusus dengan memaksimalkan ruang kargo di perut pesawat untuk memuat kandang masing-masing Giant panda berumur tujuh tahun. Sepasang panda tersebut yang jantan bernama Cai Tao dengan bobot 128 kg dan panda betina Hu Chun berbobot 113 kg.

Baca juga: Lakukan Go Around, Pilot Garuda Indonesia GA425 Selamatkan Penerbangan dari Petaka

Karena mengangkut Giant Panda, Garuda Indonesia juga menampilkan tema khusus pada aspek layanan inflight service. Design head rest di kursi pesawat dengan menampilkan gambar kartun panda. Tak hanya itu snack dan dessert juga dibentuk panda.

Livery sticker panda di badan pesawat Garuda Indonesia juga dimuat di bagian jendela pesawat. Garuda Indonesia melayani penerbangan yang menghubungkan Denpasar dengan Chengdu yang dikenal sebagai “home of the giant panda” ini sejak Mei 2017 sebanyak tiga kali seminggu (hari Rabu, Jumat dan Sabtu) menggunakan Airbus A330-200 dengan kapasitas seat 36 kursi di Kelas Bisnis dan 186 kursi di Kelas Ekonomi.

Selain Chengdu, Garuda Indonesia juga melayani penerbangan reguler dari Jakarta dan Denpasar menuju ke Beijing, Shanghai, dan Guangzhou. Pengembangan market Cina juga dilakukan maskapai dengan memaksimalkan penerbangan charter dari kota-kota di Cina yaitu Xi’an, Shenyang, Zhengzhou, dan mulai 28 Juni nanti dari Kunming serta mengoptimalkan kapasitas potensial belly cargo yang mencapai 18.154,5 ton pada tahun 2017.

Cina saat ini merupakan salah satu pasar yang sangat penting bagi Garuda Indonesia dengan potensi turis mencapai 100 juta orang setiap tahunnya. Dengan potensi tersebut, maka Cina menjadi salah satu wilayah yang menjadi fokus pengembangan jaringan Garuda Indonesia yang tentunya memiliki arti dan pencapaian tersendiri bagi peningkatan hubungan bilateral antara Indonesia dan Cina baik itu di lingkup sosial, ekonomi dan budaya.

Potential market yang dimiliki Cina menjadi salah satu fokus kami dalam mengembangkan network penerbangan Garuda. Terlebih pada tahun 2016, Garuda merupakan maskapai dengan market share terbesar untuk penerbangan Indonesia – Cina, yaitu sebesar 25 persen.