Fasilitas stasiun Commuter Line di wilayah Jabodetabek memang sangat terbantu akan kebutuhan penumpang yang menggunakannya. Mulai dari toilet yang bersih, air minum isi ulang, elevator (lift), hingga eskalator yang berfungsi dengan baik. Adanya fasilitas tersebut tentu sangat membantu kelancaran aktivitas penumpang yang berada di stasiun.
Baru-baru ini ramai di media sosial soal eskalator yang menjadi sorotan di Stasiun Duri. Ya, stasiun transit yang menghubungkan antara jalur Tanah Abang – Duri dan Tangerang ini memiliki fasilitas yang sama dengan stasiun Commuter Line lainnya. Bukan karena adanya kerusakan atau pun perbaikan yang terjadi, namun ada aturan khusus bagi penumpang yang menggunakan eskalator di Stasiun Duri.
Mengenai aturan baru penggunaan eskalator tersebut memunculkan tanggapan beragam dari pengguna kereta rel listrik (KRL). KAI Commuter melarang penumpang berjalan atau berlari saat menggunakan eskalator demi keselamatan, sementara sejumlah pengguna mengkhawatirkan antrean penumpang transit dan meminta penambahan fasilitas.
Sebelumnya dikabarkan bahwa sarana penunjang mobilitas penumpang tersebut sempat mengalami gangguan operasional sejak tanggal 3 Oktober 2026 lalu. Fasilitas transportasi vertikal tersebut sudah dapat digunakan kembali oleh para pengguna pada Rabu, 14 Oktober 2026. Eskalator menuju peron lima tersebut menopang mobilitas harian lebih dari 13 ribu orang penumpang transit.
Vice President (VP) Corporate Secretary KAI Commuter Karina Amanda memberikan penjelasan resmi terkait pengoperasian fasilitas. Perangkat mekanik tersebut telah melalui serangkaian proses uji kelaikan teknis bersama pihak eksternal secara menyeluruh. Ia mengungkapkan bahwa tim teknisi menemukan kerusakan komponen sistem penggerak akibat hentakan beban para pengguna. Hasil riset membuktikan bahwa kebiasaan berjalan di eskalator memicu percepatan kerusakan pada mesin sistem penggerak.
Selain beroperasinya kembali kedua fasilitas tersebut, papan petunjuk yang sebelumnya membedakan sisi kiri untuk berdiri dan sisi kanan untuk berjalan atau mendahului juga telah dilepas. Kebijakan terbaru mengarahkan pengguna agar tetap diam selama berada di eskalator. Tujuannya adalah untuk keselamatan bersama pada saat menggunakan eskalator. Bagi pengguna yang terburu-buru bisa menggunakan tangga manual.
KAI Commuter secara konsisten mengevaluasi dan merawat seluruh fasilitas penunjang di stasiun. Akses menuju peron jalur lima kini dilengkapi tangga manual, dua unit eskalator, dan lift prioritas. Pemeliharaan berkala terus dilakukan pihak operator demi meningkatkan standar keamanan dan kenyamanan mobilitas para penumpang. Penerapan aturan baru tersebut diharapkan mampu menekan risiko kecelakaan sekaligus menjaga keandalan fasilitas transportasi publik.
KAI Commuter mengimbau kepada seluruh pengguna Commuter Line yang akan melakukan transit dari atau menuju lintas Tangerang maupun keluar dan masuk di Stasiun Duri untuk tetap mengutamakan keselamatan, tidak terburu-buru, serta tidak berlari saat berpindah peron. Dengan rata-rata volume pengguna transit di Stasiun Duri sebanyak 13 ribu lebih pengguna, mengharuskan fasilitas layanan lebih andal. Saat ini KAI Commuter sedang melakukan perawatan pada fasilitas layanan untuk memastikan kondisinya.
Kehadiran Skybridge Bakal Ubah Tata Letak Pintu Stasiun Tanah Abang
