Wednesday, September 23, 2026
HomeHot NewsReaktivasi Jalur KA Situbondo Jadi Sorotan, Ini yang Direncanakan Pemerintah Pusat

Reaktivasi Jalur KA Situbondo Jadi Sorotan, Ini yang Direncanakan Pemerintah Pusat

Jalur kereta api wilayah Jawa Timur kembali jadi pembahasan pemerintah pusat. Jalur yang masih non aktif tersebut memang sangat di harapkan dari berbagai pihak, khususnya yang berada di area tersebut. Ya, pembahasan mengenai jalur non aktif tersebut berfokus pada jalur kereta api Situbondo, Bondowoso hingga Jember.

Pembahasan yang dilakukan oleh pemerintah ini telah masuk ke meja pembahasan pemerintah pusat. Tiga pemerintah kabupaten yang dilintasi trase lama tersebut diundang ke Jakarta untuk memetakan kebutuhan dan langkah awal reaktivasi. Diketahui bahwa reaktivasi jalur kereta api memang dinilai memiliki arti lebih luas dibanding sekadar mengembalikan layanan transportasi yang pernah ada.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Situbondo Nugroho mengatakan, pembahasan belum masuk pada persoalan kompensasi bagi masyarakat yang kini tinggal atau memanfaatkan kawasan di sepanjang jalur lama. Menurutnya, rapat masih berfokus pada pemetaan kebutuhan, kajian awal, serta langkah strategis yang harus disiapkan sebelum jalur tersebut benar-benar dapat dioperasikan kembali.

Tidak menutup kemungkinan jaringan tersebut nantinya dikembangkan lebih jauh hingga Banyuwangi maupun Surabaya. Perpanjangan trayek itu, jika terealisasi, berpotensi membuat konektivitas kawasan Tapal Kuda dengan daerah lain semakin luas. Arus orang dan barang juga dapat menjadi bagian dari dampak yang dikaji pemerintah. Namun, rencana tersebut masih berada pada tahap pembahasan dan kajian. Belum ada kepastian mengenai kapan jalur akan kembali beroperasi.

Menurut Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Jawa Timur Denny Michels Adlan mengatakan, pemerintah pusat memahami harapan masyarakat agar jalur KA yang pernah beroperasi pada masa lalu dapat kembali digunakan. Meski demikian, reaktivasi tidak bisa dilakukan hanya dengan menghidupkan kembali trase lama. Kondisi jalur dan kebutuhan transportasi telah berubah sehingga diperlukan kajian menyeluruh.

Denny menjelaskan, jalur yang dibangun sejak era kolonial Belanda tersebut perlu ditinjau dari berbagai aspek. Mulai kondisi teknis, keselamatan, sosial, hingga kelayakan ekonomi. Pada masa lalu, jalur tersebut banyak digunakan untuk angkutan barang. Sementara kebutuhan transportasi saat ini lebih kompleks karena mencakup angkutan barang sekaligus penumpang dengan tuntutan standar keselamatan dan kenyamanan yang lebih tinggi.

Tak hanya kondisi fisik rel, pemerintah juga akan memetakan aset yang masih tersisa, kondisi lahan, serta bangunan yang berada di sepanjang jalur nonaktif. Keberadaan masyarakat yang kini memanfaatkan kawasan trase lama juga menjadi salah satu aspek yang harus diperhitungkan. Kajian sosial diperlukan untuk mengetahui potensi dampak apabila jalur tersebut kembali diaktifkan.

Namun, persoalan ekonomi juga tidak kalah penting. Pembangunan kembali infrastruktur perkeretaapian membutuhkan investasi yang besar. Karena itu, pemerintah perlu memastikan kebutuhan masyarakat dan potensi manfaat ekonomi benar-benar tergambar dalam kajian.

Satu hal yang ditegaskan pemerintah adalah keselamatan. Reaktivasi jalur lama harus dibarengi penataan trase dan kawasan agar memenuhi standar operasional perkeretaapian saat ini. Sejumlah persoalan harus dipersiapkan sejak awal, mulai sterilisasi jalur, pengamanan aset, hingga penanganan perlintasan sebidang yang berpotensi bersinggungan dengan aktivitas masyarakat.

Tentunya, pembahasan tersebut menjadi langkah awal untuk menentukan apakah jalur KA Situbondo-Bondowoso-Jember dapat direaktivasi. Pemerintah pusat bersama pemerintah daerah selanjutnya perlu memperbarui kajian, memetakan trase dan aset, sekaligus menghitung kebutuhan investasi serta dampak sosial sebelum keputusan reaktivasi ditetapkan.

Jelajahi Terowongan Kereta Api Terpanjang di Indonesia, Ini Dia Urutannya

RELATED ARTICLES

Yang Terbaru