Baru-baru ini dioperasikan untuk mengganti sarana Kereta Rel Listrik rute Tanjung Priok – Jakarta Kota sudah terlihat antusias. Bagaimana tidak, KRL yang semula menggunakan rangkaian dari Jepang, kini menggunakan rangkaian yang tak biasa. Ya, KAI Commuter mengoperasikan rangkaian KRL Bandara untuk rute tersebut.
PT KAI Commuter Indonesia (KCI) buka suara soal heboh soal KA Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) disiapkan untuk menjadi KRL pink line atau dari Stasiun Jakarta Kota menuju Stasiun Tanjung Priok. VP Corporate Secretary KAI Commuter (KCI), Karina Amanda mengungkapkan secara singkat bahwa hal tersebut masih dalam pembahasan.
Sebelumnya muncul kabar yang menyebut KA Bandara Soetta disiapkan untuk melayani KRL jalur Priok-Kota. Dari sejumlah video yang beredar, terlihat sarana cadangan KA Bandara Soetta tengah melakukan pengecekan lintasan pada rute Jakarta Kota-Tanjung Priok.
Sementara itu, 2 rangkaian KRL Commuter Line seri Tokyo Metro yang biasa melayani Jakarta Kota-Tanjung Priok nantinya bakal dipindah ke rute Jakarta Kota-Bogor.
KCI memang tengah kekurangan armada di jalur Jakarta Kota-Bogor atau Red Line. Ini disebabkan karena ada 7 rangkaian KRL baru produksi PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA yang tiba-tiba harus masuk bengkel untuk menjalani pemeriksaan menyeluruh. Langkah ini dilakukan PT KAI Commuter Indonesia (KCI) bersama INKA terhadap KRL seri iE305.
Pemeriksaan tersebut dimulai sejak 7 September 2026, dan untuk sementara dijadwalkan berlangsung hingga akhir bulan ini. Imbasnya, KCI harus melakukan penyesuaian terhadap sejumlah perjalanan Commuter Line atau KRL, khususnya di lintas Bogor. pemeriksaan tersebut tidak hanya dilakukan terhadap satu rangkaian. Sebanyak tujuh train set KRL iE305 dijadwalkan menjalani general check up secara bertahap.
Terkait KRL Bandara digunakan sebagai lintas operasional Commuter Lintas Tanjung Priok – Jakarta Kota, selama di perjalanan penumpang merasakan fasilitas yang cukup nyaman. Mulai dari penyejuk udara yang lebih dingin hingga posisi duduk yang berbeda dari KRL biasa. Perubahan yang dirasakan penumpang tentu ada perbedaan besar antara KRL Bandara dan KRL yang biasa ditumpangi mereka.
Dikabarkan sebelumnya, perjalanan KRL rute Tanjung Priok – Jakarta Kota mendapat operan kereta Bandara Soetta. Penumpang lintas Priok pun dapat merasakan fasilitas kereta kelas eksekutif yang biasanya bertarif Rp 10-70 ribu. Namun, pihak dari KCI memastikan layanan, tarif, dan jadwal tidak ada perubahan dan tetap diberlakukan seperti layanan saat menggunakan rangkaian KRL.
Sejumlah pengguna KRL lintas Tanjung Priok – Jakarta Kota (Pink Line) ramai membagikan pengalaman perjalanan menggunakan kereta Bandara Soetta. Di antara mereka ada yang senang karena fasilitas interior kereta, sebagian ada yang cerita soal sempitnya ruang pada interior kereta. Tak hanya itu, perjalanan Commuter Line Basoetta pun mengalami penyesuaian jadwal layanan sementara waktu karena rangkaian kereta Bandara ‘dioper’ ke Pink Line.
Jalur KRL Lintas Kemayoran – Ancol Hingga Kini Belum Digunakan, Ini Alasannya
