Memilih transportasi kereta api tentunya bikan sekadar lebih praktis dan efisien, tetapi juga untuk kebutuhan sehari-hari dalam setiap aktivitas masyarakat. Berbagai jadwal perjalanan yang disediakan tak melulu bisa dirasakan oleh penumpang untuk bisa menempuh waktu yang ditentukan hingga sampai di tempat tujuan. Bahkan untuk menghindari keterlambatan dalam beraktivitas, masyarakat rela bermalam hingga mendapat jadwal kereta pertama.
Seperti penumpang yang akan beraktivitas dari Stasiun Cikarang. Ternyata fenomena menginap dan bermalam di stasiun tersebut masih kerap terjadi. Bahkan beberapa masyarakat yang datang dari malam hari harus beristirahat di Stasiun Cikarang, demi bisa mendapat jadwal kereta pertama agar tak ketinggalan waktu pada saat di tempat tujuan untuk bekerja.
Fenomena ini terjadi pada saat kereta terakhir tiba dan sebagian besar penumpang pulang ke rumah, ada orang-orang yang justru memilih menghabiskan malam di sana. Mereka rela tidur di kursi ruang tunggu, bersandar di sudut ruangan, bahkan beralaskan lantai agar bisa naik kereta pertama keesokan harinya dan berangkat bekerja tanpa harus berdesakan.
Pukul 00.40 WIB, kereta terakhir tiba di Stasiun Cikarang. Penumpang bergegas turun sambil membawa tas dan barang bawaan. Sebagian langsung pulang menggunakan sepeda motor atau dijemput keluarga. Tak lama kemudian, peron yang semula ramai kembali lengang.
Namun suasana berbeda terlihat di ruang tunggu lantai dua. Beberapa orang sudah terlelap di kursi, sementara yang lain masih duduk sambil memainkan ponsel. Menjelang pukul 01.00 WIB, jumlah mereka semakin banyak. Kursi yang tersedia mulai penuh. Mereka yang tidak kebagian tempat memilih duduk atau berbaring di lantai dengan beralaskan jaket maupun tas. Bagi mereka, yang penting bisa memejamkan mata beberapa jam sebelum kereta pertama berangkat.
Suasana lampu stasiun memang tetap menyala terang sepanjang malam. Di area charging station pun sejumlah penumpang memanfaatkan waktu untuk mengisi daya ponsel. Sementara yang lain sudah tertidur pulas meski berada di tengah lalu lalang orang yang datang silih berganti.
Sementara itu, petugas keamanan berkeliling ruang tunggu. Mereka mendata para penumpang dengan menanyakan nama dan tujuan perjalanan. Lalu petugas meminta kartu identitas untuk dicocokkan. Bagi penumpang Kereta Rel Listrik (KRL) diminta menunjukkan kartu elektronik, sedangkan calon penumpang kereta lokal maupun jarak jauh diminta memperlihatkan tiket.
Menanggapi hal tersebut, KAI Commuter merespons bahwa memang Stasiun Cikarang beroperasi 24 jam untuk melayani penumpang. Stasiun ini beroperasi penuh karena berfungsi sebagai stasiun integrasi yang melayani Commuter Line, Kereta Api Lokal, dan Kereta Api Jarak Jauh. Menurut kabar dari berbagai sumber, rata-rata setiap harinya terdapat 20 ribu pengguna Commuter Line yang naik dari Stasiun Cikarang dan Commuter Line Lokal Walahar sebanyak 5.500 orang.
Sejauh ini, pihak KAI sudah menyediakan sejumlah fasilitas yang bisa digunakan oleh para penumpang. Namun, belum ada ruang tunggu khusus untuk tempat beristirahat. KAI Commuter juga sudah menyediakan bangku-bangku di area hall stasiun sebagai tempat tunggu pengguna yang turun di stasiun pada dini hari dan menunggu perjalanan pertama Commuter Line.
Diketahui, jadwal keberangkatan pertama Commuter Line tujuan Angke saat ini yaitu pada pukul 04.12 WIB. Selama jeda kedatangan kereta terakhir dan keberangkatan pertama, KAI Commuter terus memastikan petugas keamanan berjaga dengan baik. Soal penambahan jadwal kereta pertama, KAI Commuter tentu harus mempertimbangkan berbagai aspek. Mulai dari sarana dan prasarana hingga pembersihan stasiun secara menyeluruh untuk kenyamanan pengguna di operasional pada pagi hari.
Tentunya, KAI memastikan petugas keamanan mengedepankan cara-cara humanis dalam menjalankan tugas. Selagi tidak ada gangguan keamanan dan ketertiban. Selain itu, KAI Commuter juga terus berkoordinasi dengan petugas berwajib hingga stakeholder terkait untuk menghadirkan layanan bagi penumpang yang aman dan nyaman. Serta mengimbau kepada para penumpang untuk selalu menjaga barang bawaan dan tetap waspada selama di stasiun.
Polemik Stasiun Cikarang jadi ‘Hotel Darurat’, Masyarakat: Berharap KRL Beroperasi 24 Jam
