Pengemudi Grab Antar Penumpang Serangan Jantung ke Rumah Sakit, Keluarga Berterimakasih

Moola Imran Yacoob (www.tnp.sg)

Setiap pengemudi baik taksi konvensional maupun berbasis online tidak akan pernah tahu siapa penumpang yang akan mengorder mereka dan tidak akan tahu apa yang akan terjadi. Balum lama ini seorang pengemudi Grab membantu penumpangnya yang mengalami serangan jantung tak lama menaiki mobil yang dipesannya.

Baca juga: Bayi Perempuan Lahir di Grab, Orang Tua Diganjar Kupon S$8000

KabarPenumpang.com melansir dari laman tnp.sg (19/4/2018), Moolan Imran Yacob seorang pengemudi Grab dan baru bergabung dengan platform tersebut selama dua minggu mendapat pesanan penumpang dari Mohamed Rashidi pada 8 Maret 2018 kemarin. Saat itu Moolan mengangkut Rashidi dari halte bus di Bedok untuk mengantarnya ketujuan yakni di Yishun.

Namun, belum lama mengemudikan mobilnya, Moolan mendengar ada dering telepon dari ponsel Rashidi dan itu berulang selama dua kali tetapi tak di jawab. Moolan awalnya berpikir si empunya ponsel tertidur di dalam mobil yang dikendarainnya saat melihat Rashidi yang duduk di kursi depan sebelahnya.

Postingan Nora Rashidi di Facebook (Facebook)

Tapi ternyata Rashidi seperti panik serta tidak responsif dan Moolan kemudian mengambil ponsel dari kantung baju penumpangnya tersebut dan memanggil kembali panggilan tak terjawab tersebut. Telepon itu berasal dari anak perempuan Rashidi yakni Nora Rashidi.

“Saat melihat hal tersebut, saya harus menjaga ketenangan dan harus bertindak cepat. Saya prihatin dengan kondisi penumpang,” ujarnya.

Dia mengatakan, setelah berbincang dengan Nora, Moola kemudian mengemudi ke tempat penjemputan saudara Rashidi yang menunggu mereka. Kemudian dirinya menawarkan diri untuk mengantar ke Rumah Sakit Umum Changi.

Setelah kejadian Nora mengatakan, sebenarnya sang ayah ingin berterimakasih secara pribadi kepada Moola tetapi meninggal dua minggu setelah itu karena masalah jantung.

“Bahkan beberapa hari sebelum dirinya meninggal, ayah berkata untuk pergi menemui Moolan dan berterimakasih,” ujar Nora.

Baca juga: Atasi Pengemudi ‘Nakal,’ Grab Filipina Terapkan Kebijakan Baru

Kemudian 4 April 2018 kemarin, Nora memposting di Facebook dan memuji Moolan. Tak disangka sehari setelah postingan tersebut Moolan melihat postingan dan ternyata sudah ada 1300 yang menyukai dengan 300 komentar. Hal ini membuat Moolan mengirim pesan kepada Nora melalui Facebook.

“Saya sedih mendengar tuan Rashidi meninggal. Tetapi saya senang saya dapat menawarkan bantuan saya kepadanya. Sebagai pengemudi, adalah tugas saya untuk memastikan penumpang saya aman dan nyaman,” ujar Moolan.

Andrew Chan, Kepala GrabCar Singapura mengatakan, pihaknya berharap bahwa pengemudi dan penumpang platform Grab akan terus saling mendukung pada saat dibutuhkan dan membantu menjaga semangat komunitas tetap hidup.