Atasi Pengemudi ‘Nakal,’ Grab Filipina Terapkan Kebijakan Baru

Sumber: Davao Today

Selama tertib, sebenarnya kehadiran ratusan bahkan ribuan armada ojek online dapat membantu mobilitas warga Ibukota. Namun karena banyak dari mereka yang seolah mengindahkan marka jalan, akhirnya membuat kondisi lalu lintas semakin semerawut. Di balik visi perusahaan yang sebenarnya ingin memudahkan para konsumennya, namun perilaku oknum pengemudilah yang turut berperan serta dalam terciptanya situasi seperti ini.

Baca Juga: Diakuisisi Grab, CEO Uber: “Ini Taktik Untuk Tingkatkan Profit”

Menurut sebagian pengemudi, dengan ‘ngetem’ di stasiun/terminal akan memudahkan mereka untuk menjaring penumpang. Ternyata, tidak hanya itu saja trik yang dimainkan oleh para pengemudi online demi meraih keuntungan besar. Mereka pun kerap pilah pilih penumpang, maksudnya akan lebih memilih untuk mengambil penumpang dengan rute jauh ketimbang yang jaraknya relatif dekat. Uniknya lagi, fenomena pilah pilih penumpang seperti ini tidak hanya terjadi di dalam negeri, tetapi juga di Filipina.

Dilansir KabarPenumpang.com dari sejumlah laman sumber, layanan Grab di Filipina akan memberlakukan sistem baru, dimana pengemudi tidak akan bisa melihat destinasi penumpang sebelum mereka menerima orderan yang masuk ke akun mereka. Sistem baru yang dinilai mampu untuk meminimalisir pengemudi yang pemilih ini akan mulai diberlakukan terhitung sejak Jumat, 27 April 2018.

Salah seorang juru bicara Grab Filipina mengatakan bahwa sistem ini akan mulai diluncurkan kepada 25 persen pengemudi dengan presentase penerimaan penumpang yang rendah. “Ini akan menciptakan pengalaman yang lebih mulus dalam menerima permintaan penumpang,” tutur pihak Grab. “Kebiasaan pengemudi online yang pilah-pilih penumpang merupakan salah satu yang kerap dikeluhkan penumpang,” tutur Brian Cu selaku kepala dari Grab Filipina, dikutip dari laman rappler.com (24/4/2018).

Baca Juga: Dampak Grab Akuisisi Uber, Tarif di Filipina Melonjak Hampir 50 Persen

Tanpa mengesampingkan keselamatan pengemudi, Grab pun memberlakukan fitur khusus dimana pengemudi dapat melihat informasi calon penumpang terkait perjalanan mereka pada tengah malam.

Adapun keputusan untuk meluncurkan sistem baru ini muncul setelah perusahaan angkutan yang berbasis di Singapura meminta saran dari Menteri Transportasi, Thomas Orbos dan Asisten Menteri, Mark de Leon. “Grab mencoba yang terbaik untuk menjaga lebih banyak pengemudi di jalan untuk memenuhi permintaan dan mencegah konsumen menunggu terlalu lama.” Tutup Brian.