Enam Teknologi Ini Jadi Benchmark Kemajuan Bandara di 2018

Sumber: hamburg-airport.de

Tidak bisa dipungkiri, bandara merupakan salah satu gerbang masuk menuju suatu negara atau kota yang secara tidak langsung mencerminkan keseluruhan keadaan di destinasi tersebut. Hadirnya sejumlah teknologi mutakhir dalam kurun waktu beberapa tahun ke belakang turut menyeret bandara untuk mengadopsi beberapa di antaranya. Sebut saja teknologi face recognizing (pemindai wajah) yang tengah dikembangkan di beberapa bandara yang akan memudahkan para penumpang untuk melewati proses pemeriksaan imigrasi.

Baca Juga: Baidu Rambah Teknologi Pengenalan Wajah di Bandara

Banyak bandara di seluruh dunia secara aktif turut terlibat dalam uji coba teknologi mutakhir pada tahun 2017 kemarin, dan banyak pihak yang berharap agar beberapa dari proyek tersebut akan terus dikembangkan pada tahun 2018 ini. Berikut, KabarPenumpang.com himpun enam teknologi penting yang sekiranya bakal menghiasi bandara di seluruh dunia, dikutip dari laman tnooz.com (2/1/2018).

Cybersecurity
Ancaman kejahatan cyber memang semakin masif dewasa ini, inilah yang menjadi sisi negatif perkembangan jaman. Kerjasama berkelanjutan antara pemerintah dan pemangku kepentingan industri lainnya yang akan membantu pengembangan sumber daya. Namun ancaman cyber ini akan terus berlanjut dan memerlukan tinjauan yang hati-hati terhadap infrastruktur pertahanan. Maka dari itu, peningkatan kesadaran staf terhadap ancaman kejahatan cyber amat diperlukan.

Pengembangan Teknologi Blockchain
Penelitian SITA (Société Internationale de Télécommunications Aéronautiques) tentang teknologi blockchain yang dilakukan bekerjasama dengan British Airways, Heathrow, Geneva Airport dan Miami International Airport mengungkapkan beberapa keuntungan menggunakan Blockchain sebagai sumber keabsahan data tertinggi dalam dunia penerbangan. Teknologi Blockchain berguna untuk memastikan bahwa informasi yang tersimpan pada paspor digital hanya dapat dilihat oleh pemiliknya saja. Mengingat kompleksnya teknologi ini, diharapkan bandara-bandara terkait dapat mempelajari lebih lannjut tentang teknologi ini, mengingat pengaplikasiannya yang diprediksi tidak dapat diterapkan dalam satu atau dua tahun ke depan.

Pengembangan Otomasi dan Self-Service
Pengembangan teknologi ini dipercaya oleh sejumlah pihak dapat meningkatkan efisiensi waktu penumpang. Contohnya adalah waktu antrean penumpang di imigrasi yang dapat dialokasikan untuk kesibukan lain jika menggunakan teknologi pemindai wajah, dan seterusnya. Menurut Global Passenger Survey yang dilakukan oleh IATA, mereka mendapati sebagian besar penumpang menikmati otomasi yang perlahan hadir di beberapa bandara, seperti teknologi boarding pass elektrik, self-boarding, hingga gerbang imigrasi otomatis.

Pengembangan NEXTT
International Air Transport Association (IATA) dan Airports Council International (ACI) berkolaborasi dalam prakarsa NEXTT untuk bandara di masa yang akan datang. Sementara untuk mewujudkannya diperkirakan membutuhkan waktu sekitar satu sampai dua dekade. Di sini, IATA dan ACI berharap beberapa konsep NEXTT dapat menjadi bagian dari pengalaman penerbangan penumpang pada tahun 2020 kelak. Idenya adalah merencanakan masa depan otomasi lebih besar dan transportasi alternatif dengan lebih banyak fungsi perjalanan dipindahkan dari bandara. Kehadiran NEXTT memerlukan peninjauan terhadap praktik penanganan penumpang dan kargo, serta peraturan yang mengatur operasi maskapai dan bandara.

Baca Juga: Penanganan Bagasi di Bandara Kini Libatkan Teknologi RFID

Baggage Tracking
Beberapa bandara dan penyedia jasa layanan penerbangan telah mempersiapkan elemen yang menunjang kehadiran dari teknologi baggage tracking, seperti alat pemindai, tag Radio-Frequency Identification (RFID), hingga kesesuaian data. Baggage tracking merupakan bagian dari IATA Resolution 753 yang mulai berlaku pada tahun 2018. Pihak bandara harus bekerja sama dengan perusahaan penerbangan untuk memastikan bahwa infrastruktur penanganan bagasi mereka dapat mendukung pelacakan secara live.

Fokus pada Pelanggan
Dalam kasus ini, pelanggan bandara tidak hanya seputaran penumpang saja, melainkan pihak maskapai pun masuk ke dalam kategori pelanggan bandara. Dengan kata lain, pembenahan yang selama ini terjadi di bandara bukan semata-mata untuk meningkatkan pelayanan kepada para penumpang, melainkan kepada pihak maskapai juga.