Baidu Rambah Teknologi Pengenalan Wajah di Bandara

(www.scmp.com)

Sebagai operator pencarian situs internet terbesar di Cina, Baidu mencoba dirinya kembali untuk menjadi pemimpin dalam teknologi konvergensi digital, seperti adopsi alat pemindai atau pengelanan wajah untuk membantu di Bandara Beijing dalam memudahkan proses dan jalur boarding.

Baca juga: Delta Airlines dan JetBlue Gunakan Mesin Pemindai Wajah di Bandara

KabarPenumpang.com melansir dari scmp.com (24/8/2017), Baidu akan menyediakan teknologi pengenalan wajah AI enabled untuk para kru darat dan staff yang bekerja di bandara. Nantinya secara bertahap kemampuannya akan diperluas untuk memverifikasi data dan identitas penumpang penerbangan yang melalui bandara Beijing.

Baidu mengatakan, untuk para penumpang, alat pengenalan wajah ini akan siap diluncurkan tahun 2018 mendatang. Pihak Baidu menjelaskan bahwa, nantinya para penumpang di bandara Beijing bisa melihat wajah mereka dengan kapabilitas face as boarding pass.

Proyek teknologi ini hadir saat Baidu dalam masa kritis dan mencoba beralih dari penyedia layanan penelusuran berita menjadi pemimpin alat di AI (Artificial intelligencedengan aplikasi dari analisis data yang besar. Sebenarnya, uji coba yang dilakukan Baidu pada bandara Beijing bukanlah hal yang pertama. Sebab aplikasi yang sama pun saat ini sedang di uji coba di bandara Jiangying di provinsi Henan.

Pada bandara Jiangying, penumpang sudah bisa memverifikasi identitas mereka melalui pemindai wajah sebelum melakukan penerbangan. Saat ini beberapa bandara di dunia juga sudah banyak yang menggunakan alat pemindai wajah untuk mempercepat proses keamanan dan boarding penumpang.

Hal ini dilakukan untuk membantu petugas agar mereka bisa melakukan tugas lainnya untuk perjalanan udara. Diketahui, Delta Airlines meluncurkan sebuah program pada Juni lalu di bandara Mainneapolis St Paul, dimana penumpang bisa memeriksa tas mereka secara otomatis melalui kios yang menggunakan perangkat lunak pengenalan wajah untuk mengidentifikasi tiket penumpang.

Maret lalu, British Airways juga telah memperkenalkan alat kontrol pengenalan wajah yang bisa langsung dan melakukan proses cepat dalam mengidentifikasi penumpang di gerbang bandara Heathrow. Untuk proyek yang Baidu lakukan di Beijing saat ini memiliki skala dan cakupan yang jauh lebih besar, sebab bandara ini menangani 94,39 juta penumpang tahun 2016 lalu. Bisa dikatakan, Beijing menjadi bandara teresar kedua di dunia bila berdasarkan lalu lintasnya.

Baca juga: Ada Guratan “Abu-Abu” Pada Sistem Pemindai Wajah di Bandara

Dalam alat pengenalan wajahnya, Baidu mengatakan teknologinya akurat hingga 99,77 persen dan mampu membedakan orang lebih baik dibandingkan dengan wajah manusia. Teknologi pengenal wajahnya pertama kali dipasang tahun lalu untuk memverifikasi identitas di tempat tujuan wisata populer di Wuzhen, sebuah kota air di provinsi Zhejiang, yang memungkinkan pengunjung untuk masuk menggunakan wajah mereka, bukan tiket.