Terobos Kolong Kereta Demi Lintas Antar Peron, Potret Buruk Stasiun Whitefiled di India

Penumpang melalu kolong gerbong kereta di stasiun Whitefield India (newindianexpress.com)

Berjalan menuju peron tempat kereta yang Anda tuju, biasanya tidaklah dekat dengan pintu masuk. Apalagi harus melalui loket pembelian tiket, gerbang dan beberapa jalur. Mungkin ada tangga atau jembatan yang bisa dilalui untuk menyebrang agar terhindar dari tabrakan dengan kereta yang melintas.

Baca juga: India Lakukan Survei Stasiun Terbersih, Indonesia Kapan?

KabarPenumpang.com merangkum dari laman newindianexpress.com, di India tepatnya stasiun kereta api Whitefield bahaya keselamatan mengincar bagi para calon penumpang. Hal ini dikarenakan, banyak penumpang yang masuk bukan melalui pintu masuk melainkan melalui pagar yang rusak.

Tak hanya itu melintas di bawah gerbong atau melompat dari atas sambungan kereta bukanlah sesuatu yang mengherankan. Sebab pemandangan ini adalah hal yang biasa di lakukan dan setiap hari terjadi di stasiun Whitefield.

Meski ini adalah hal yang tidak seharusnya dilakukan karena bisa membahayakan diri, tetapi tetap saja ada yang melintas. Tiga bulan lalu, seorang warga yang bekerja sebagai teknisi tertabrak kereta saat melintasi jalur tersebut pada jam sibuk.

Sebenarnya ada jalur kecil yang menghubungkan empat peron di stasiun ini tetapi jaraknya sekitar satu kilometer dari pintu masuk stasiun. Namun, penumpang lain memilih untuk keselamatan mereka dengan melalui jalur yang lebih besar di bandingkan harus membuat nyawa mereka melayang.

“Saya berasal dari stasiun KGF dan bekerja di Brookefield. Jika saya terlambat bekerja atau sedang dalam keadaan darurat, saya berlari melintasi rel untuk sampai ke peron 2. Kadang ada kereta barang yang berhenti, jadi saya membungkuk melewati bawah kolong kereta untuk menyeberang. Jika saya punya waktu, saya akan menunggu kereta lewat. Ini sebenarnya berbahaya dan pejabat kereta harus mengoreksi hal ini,” ujar Dewakar Raj seorang proyektor film.

Salah seorang penumpang bernama Suhas Narayan Murthy mengatakan, sekitar 25 ribu-30 ribu orang sering melalui stasiun Whitefield. Stasiun ini setiap hari dilintasi dengan kereta api dari Yelahanka, KSR (Majestic) dan Baiyappanahalli. “Orang-orang tidak menyadari kecepatan kereta ekspress seperti Shatabdi saat mereka terburu-buru,” ujar Murthy.

Sandeep Anirudhan berpendapat stasiun Whitefield menjadi lebih buruk dan harus dilakukan perubahan. Dia mengatakan, jembatan belakang utama berjarak satu kilometer dari pintu masuk stasiun kereta api.

“Ini berakhir sedikit sebelum peron dimana orang bisa mendapatkan denda jika mereka tidak memiliki tiket kereta. Mereka harus menempuh jalan berkelok-kelok yang panjang untuk sampai ke pintu masuk. Apalagi itu adalah satu-satunya tempat untuk membeli tiket,” ujar Sandeep.

Baca juga: 600 Stasiun di India Akan Dibenahi dan Miliki Titik “Selfie”

Dia menambahkan, masalahnya juga tak lagsung berakhir, sebab dari loket tiket penumpang harus menaiki jembatan kecil yang menghubungkan empat peron tersebut. Terkadang tak habis pikir bagi mereka penyandang disabilitas dan orang yang membawa barang yang cukup berat.

“Faktanya yang terlihat adalah stasiun hanya memiliki satu pintu masuk, berarti penumpang harus berlari-lari mengejar kereta mereka agar tidak tertinggal,” ujarnya.