Antisipasi Bom Sepatu Terulang, Perusahaan Asal Inggris Kembangkan Sistem Pemindai Revolusioner

Sumber: reuters

Walaupun bandara terkenal dengan sistem keamanannya yang ketat, namun hal tersebut seolah tidak bisa dijadikan jaminan amannya perjalanan para penumpang. Kembali ke tahun 2001, dimana seorang warga negara Inggris bernama Richard Reid mencoba meledakkan sebuah pesawat yang terbang dari Paris ke Miami dengan menggunakan bahan peledak yang ia sembunyikan di dalam sepatunya. Hebatnya, Richard sukses menyusupkan bahan peledak tersebut melewati pemeriksaan keamanan di bandara.

Baca Juga: Kombinasi Teknologi dan Pemanfaatan SDM Jadi Kunci Turunnya Antrean di Bandara

Richard dibekuk oleh awak kabin dan penumpang maskapai American Airlines setelah beberapa dari mereka melihatnya tengah berusaha untuk menyalakan bom yang ia pasang di sepatunya. Atas ulahnya tersebut, Richard dituntut dengan tuduhan menyerang awak pesawat, dan diancam hukuman penjara setinggi-tingginya 20 tahun, ditambah denda. Guna menghindari kejadian tersebut terulang  kembali, sebuah sistem pemindai sepatu dikembangkan oleh perusahaan asal Derbyshire, Inggris dan diharapkan dapat meningkatkan keamanan di dunia aviasi  global.

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman thesun.co.uk (24/2/2018), alat pemindai revolusioner ini dikembangkan oleh Departemen Transportasi  Inggris dengan dana mencapai £1,8 juta atau yang setara dengan Rp34,4 miliar. Diketahui, prototipe dari alat pemindai ini juga sudah siap untuk diuji coba dalam jangka waktu satu tahun ke depan.

Menteri Penerbangan Inggris, Baroness Sugg mengatakan bahwa kucuran dana segar ini diinvestasikan untuk pengembangan sistem keamanan inovatif yang akan memberikan dampak positif pada para penumpang perjalanan udara. “Tujuannya adalah untuk meningkatkan rasa aman bagi para penumpang. Selain itu, hadirnya teknologi pemindai sepatu  ini juga dapat menunjang kelancaran antrean penumpang,” tutur Baroness.

“Keamanan para penumpang yang bepergian dengan menggunakan semua moda transportasi adalah prioritas utama kami dan program Future Aviation Security Solutions ini hanyalah salah satu contoh dari hal penting yang kami tinjau dan suguhkan untuk menunjang keamanan penumpang,” tandasnya.

Di sisi lain, Menteri Keamanan Ben Wallace mengungkapkan bahwa pihaknya bertekad untuk terus memanfaatkan kemajuan jaman dan teknologi untuk meningkatkan keamanan perjalanan para penumpang, khususnya yang menempuh jalur udara. “Kami bertekad untuk memanfaatkan kekuatan inovasi dan program ambisius ini akan membantu kami untuk terus menggunakan teknologi terbaik sebagai bagian dari peningkatan keamanan penerbangan kami,” ungkap Ben.

Baca Juga: Cina Siap Kontrol Warganya dengan Teknologi Pemindai Wajah

Tidak hanya di Inggris, salah satu perusahaan yang bergerak di bidang teknologi asal Negeri  Kincir Angin Belanda pun mengembangkan hal serupa. Adalah Delta R Scanner yang dikembangkan oleh State Gate (SG) 11 dapat mendeteksi bahan peledak hingga narkoba sekalipun. Dengan dikembangkannya alat pemindai oleh perusahaan yang berbasis di dekat Schiphol, mungkin kejadian lolosnya Richard Reid hingga ke dalam maskapai tidak akan terjadi.