Kombinasi Teknologi dan Pemanfaatan SDM Jadi Kunci Turunnya Antrean di Bandara

ilustrasi antrian penumpang di bandara. Sumber: v-count.com

Ada beberapa hal yang sangat membosankan ketika kita hendak bepergian menggunakan pesawat ke luar negeri, salah satunya mengantri di bagian imigrasi. Memang, penempatan pos pemeriksaan, counter check-in, bagian imigrasi, hingga ruang tunggu keberangkatan di setiap bandara berbeda antara satu dengan yang lainnya. Namun bagian imigrasi yang di kebanyakan bandara berada setelah counter check-in ini tak jarang menimbulkan masalah tersendiri, terutama terkait soal antrean.

Baca Juga: TripIt, Aplikasi Pemantau Panjang Antrean di Konter Keamanan Bandara

Jika kebetulan counter check-in dan bagian imigrasi sedang lengang, maka hal tesebut tidak jadi masalah. Namun bagaimana jika kedua pos ini tengah ramai sehingga memaksa Anda untuk mengantre, di sinilah letak masalah sesungguhnya. Waktu mengantre yang Anda buang begitu saja sebenarnya dapat dipergunakan untuk hal lain yang lebih bermanfaat, seperti mengisi ulang daya gadget, dan lain-lain.

Tapi seiring berjalanannya waktu, masalah seperti ini perlahan bisa dientaskan. Hadirnya solusi berupa pemanfaatan smartphone pelancong untuk menangangi masalah ini tidak lepas dari perkembangan teknologi yang belakangan ini melesat pesat dan mengambil peranan penting di dunia aviasi global. Seperti yang sudah diberitakan sebelumnya, bahwa ada banyak perkembangan di sektor teknologi yang mengambil peranan penting dalam evolusi layanan penumpang di bandara, sebut saja seperti teknologi face recognizing yang dapat mengambil data pelacong cukup hanya dengan memindai wajahnya saja.

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman independent.co.uk, menyebutkan bahwa beberapa bandara di Inggris seperti bandara Birmingham, Bristol, Manchester, dan Edinburgh dapat melacak keberadaan pengunjung yang ada di dalam bandara dengan mendeteksi koneksi Bluetooth dan WiFi yang tersambung.

Pelacakan ini dilakukan tanpa sepengetahuan si pemilik gadget dan tidak menginterupsi aktifitas dunia maya yang tengah dilakukan olehnya. Tanpa ‘mencomot’ identitas sang pemilik gadget, teknologi ini dinilai ampuh untuk memangkas estimasi antrean yang selama ini menjadi momok tersendiri bagi para penumpang. Nantinya, petugas bandara akan menghampiri penumpang yang dijadwalkan untuk mengurus imigrasi dan membuka jalur khusus bagi mereka.

“Dengan meningkatnya jumlah penumpang di bandara, ditambah dengan keterbatasan kapasitas, kebutuhan akan wawasan tentang aspek operasi untuk mengoptimalkan dan membuat keputusan yang tepat, semakin dibutuhkan sekarang,” tulis BLIP, perusahaan penyedia teknologi pelacakan penumpang di bandara, dalam laman resminya.

Baca Juga: Ada Guratan “Abu-Abu” Pada Sistem Pemindai Wajah di Bandara

“Dengan BlipTrack yang memberikan visibilitas pada keefektifan sumber daya, bandara sekarang dapat memanfaatkan apa saja yang tersedia, seperti mengoptimalkan efisiensi pemrosesan, meningkatkan pendapatan dan meningkatkan pengalaman penumpang,” tambahnya.

Sederhananya, kombinasi ketersediaan teknologi dan mengoptimalkan sumber daya yang ada merupakan kunci dari upaya untuk memangkas antrean di bandara ini.