Uber Hadirkan Fitur Keamanan Untuk Penumpang dan Pengemudi

www.digitaltrends.com

Meski namanya telah pudar di Asia Tenggara, Uber faktanya masih jadi raja di Eropa dan Amerika Serikat. Bahkan belum lama ini Uber merilis fitur keselamatan dalam aplikasinya. Hadirnya fitur ini dibuat untuk meningkatkan proses penyaringan dalam penerimaan pengemudi baru bagi keamanan pengguna. Sebab dengan hal tersebut juga untuk masa depan Uber dan penggunanya. Fitur terbaru ini hadir dan diluncurkan pada 12 April 2018 kemarin.

Baca juga: Dampak Grab Akuisisi Uber, Tarif di Filipina Melonjak Hampir 50 Persen

KabarPenumpang.com melansir dari laman digitaltrends.com (12/4/2018), karena teknologi dalam aplikasi Uber digunakan oleh jutaan orang yang kemungkinan bersamaan di kota-kota seluruh dunia. CEO Uber Dara Khosrowshahi mengatakan dalam sebuah postingan di blognya, bahwa hadirnya fitur baru ini untuk membantu menjaga penumpang tetap aman.

“Ini adalah tanggung jawab yang sangat besar dan kami tidak menganggap enteng. Itu sebabnya saya sebagai CEO berkomitmen untuk menempatkan keselamatan sebagai inti dari semua yang kami lakukan,” ujar Dara.

Fitur terbaru ini akan mudah ditemukan dalam aplikasi dan juga Uber menambahkan pusat keamanan baru untuk membantu penumpang tentang informasi keamanan utama. Dengan ini, Anda akan dapat menemukan konten tentang kemintraan Uber dan penegak hukum, proses penyaringan driver, perlindungan asuransi serta pedoman komunitas.

Dalam fitur terbaru ini, Uber membuat penumpang memungkinkan untuk memilih lima teman atau anggota keluarga sebagai kontak terpercaya mereka. Sehingga setiap pengguna masuk dalam Uber, lima orang tersebut akan diberikan detail perjalanan sehingga tahu keberadaan Anda sebagai penumpang Uber.

Meski demikian, mungkin Anda tidak akan menggunakannya pada siang hari karena dianggap aman, sehingga fitur ini bisa digunakan pada waktu perjalanan malam hari. Dalam fitur terbaru ini juga dihadirkan nomor darurat 911 yang langsung terhubung ke pihak kepolisian.

Fitur ini juga menunjukkan lokasi secara realtime baik itu alamat maupun gambaran peta. Sehingga jika terjadi apa-apa terhadap penumpang, 911 bisa langsung membantu setelah membagi lokasi.

Fitur ini bukan hanya hadir untuk pengguna melainkan pengemudi. Adanya fitur terbaru ini, Uber bermitra dengan RapidSOS dan National Emergency number Association untuk menjelajahi waktu respons yang lebih cepat dan meningkatkan panggilan routing 911.

Di sisi pengemudi, Uber ingin meningkatkan uji tuntas untuk memperkuat proses penyaringannya. Kedepannya, Uber mengatakan bahwa akan secara proaktif mengulangi pemeriksaan kriminal dan kendaraan bermotor setiap tahun. Selain itu, Uber telah berjanji untuk mempertahankan dan mengawasi catatan kriminal para pengemudi.

“Dengan menggunakan sumber data yang mencakup sebagian besar pelanggaran kriminal baru, kami akan menerima pemberitahuan ketika seorang pengemudi terlibat dan memanfaatkan informasi ini untuk membantu terus menegakkan standar pemeriksaan kami,” tulis Khosrowshahi.

Baca juga: Hadirkan Layanan Sepeda Listrik di Negeri Paman Sam, Uber Akuisisi JUMP

Dengan hadirnya fitur terbaru ini, Uber mengangkat Dewan Penasihat Keamanan yakni Jeh Johnson, mantan Sekretaris Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat. Dalam kapasitas barunya, Johnson akan bertindak sebagai Ketua dewan itu, yang sudah terdiri dari penegakan hukum, keselamatan jalan, peradilan pidana, kekerasan seksual dan pakar pencegahan kekerasan dalam rumah tangga.