Tak Perlu Periksa Keamanan Lagi, Penumpang dari Singapura Bisa Melenggang Saat Transit di Bandara Schipol Amsterdam

(www.straitstimes.com)

Menjadi penumpang transit dalam melanjutkan penerbangan ke sebuah negara, biasanya harus melakukan pemeriksaan ulang keamanan sebelum berpindah penerbangan. Baru-baru ini, pelancong dari Singapura yang transit di bandara Schipol Amsterdam, Belanda tidak lagi harus melalui pemeriksaan keamanan saat transit.

Baca juga: Demi Pembangunan Terminal 5, Bandara Changi Kutip Pajak Hingga S$15 Per Penumpang

KabarPenumpang.com melansir dari laman straitstimes.com (6/2/2018), bahwa pihak Komisi Eropa mengatakan, tak hanya penumpang, barang bawaan mereka pun juga tidak diperiksa lagi sehingga memudahkan perpindahan. Hal ini bisa mengurangi stres penumpang dan kerumitan yang sering terjadi jika barang mereka kembali diperiksa.

Pengaturan keamanan One-Stop dengan Singapura tersebut didasari adanya pengakuan peraturan skrining keamanan dan ini merupakan yang pertama antara Eropa dengan negara di Asia. Rencana ini secara progresif juga akan dilaksanakan pada bandara lain termasuk London dan Frankfurt yang masuk ke dalam skema tersebut.

Adanya hubungan tersebut akan memperbaiki koneksi transfer yang dilakukan penumpang di bandara masing-masing. Selain itu untuk meningkatkan efisiensi operasi penerbangan dan bandara.

Komisi Eropa dan Kementerian Perhubungan Singapura mengatakan dalam sebuah pernyataan bersama bahwa, hal tersebut akan memberikan keuntungan bagi pelancong udara, pelaku bisnis dan perusahaan penerbangan yang terbang dari Singapura menuju Eropa. Kemitraan ini menegaskan bahwa komitmen antara Singapura dan Eropa juga untuk memperkuat kerja sama internasional dalam meningkatkan kemanan penerbangan sipil serta fasilitas penumpang penerbangan dan bandara sesuai dengan standar internasional.

Dengan kerja sama ini juga bisa menjadi satu hal yang baik untuk menjadi contoh bagaimana cara memperkuat peraturan kemanan penerbangan secara global dan berkontribusi pada keberlanjutan perjalanan udara sebagaimana disahkan oleh Organisasi Penerbangan Sipil Internasional.

Kemitraan tersebut membutuhkan waktu sekitar dua tahun untuk mempererat dan mensahkannya dalam sebuah kesepakatan dan dilaksanakana di sela-sela Singapore Airshow 2018 di Changi Exhibition Center. Kesepakan tersebut ditandatangani oleh sekretaris Kementerian Perhubungan Singapura Long Ngai Seng bersama Dirjen Mobilitas dan Transportasi Komisi Eropa Henrik Hololei.

Baca juga: Belanda Diterpa Cuaca Buruk, Bandara Schiphol Bakal Lebih Sepi di Akhir Tahun

“Kesepakatan itu memperkuat keamanan penerbangan internasional sekaligus meningkatkan kualitas perjalanan penumpang dan mengurangi biaya untuk bandara dan maskapai penerbangan,” ujar Hololei.

Selain dengan Singapura, Eropa juga sudah menyusun rencana yang sama dengan Amerika Serikat, Kanada dan Montenegro di Eropa Tenggara. Sementara dengan Israel dan Serbia, hal ini masih dalam pembicaraan kedua pihak.