Singapura Buka Tender Untuk Otomatisasi Penanganan Bagasi di Changi

Beberapa karyawan yang bekerja di penanganan bagasi (ground crew) mengeluhkan sempitnya ruang gerak mereka, terutama untuk pesawat narrow-body. Ini terjadi dalam kurun waktu tiga tahun terakhir setelah Civil Aviation Authority of Singapore (CAAS) menantang industri tersebut untuk menghasilkan cara yang lebih baik dalam melakukan pekerjaan itu.

Baca Juga: Quintiq Siap Otomatisasi Bandara Internasional Dubai

Berangkat dari situ, terbentuklah sebuah tim yang dipimpin oleh Singapore Technologies Dynamics yang juga bekerja sama dengan Israel Aerospace Industries, dimana dua manufaktur yang kampiun dalam hal teknologi ini telah membuat sebuah prototipe produk untuk meringankan beban petugas bagasi, khususnya di pesawat narrow-body. Seperti yang KabarPenumpang.com lansir dari laman straitstimes.com (18/8/2017), sebenarnya tim tersebut tidak memiliki masalah dengan pesawat dengan ukuran yang lebih besar, karena itu akan memudahkan mereka dalam pemasangan teknologi ini nantinya.

Prototipe ini berusaha mengatasi tantangan yang dihadapi pada berbagai tahap proses penanganan bagasi. Misalnya, memasukkan tas ke troli, yang sekarang masih dilakukan secara manual, nantinya pekerjaan ini bisa diambil alih oleh teknologi canggih yang tengah mereka rangkai. Prototipe ini adalah satu dari beberapa dari CAAS ‘Aviation Challenge, diluncurkan pada tahun 2014 untuk mengembangkan solusi inovatif untuk mengotomatisasi proses padat karya dalam pengoperasian sebuah bandara.

Bandara Changi di Singapura akan bekerja sama dengan CAAS untuk mengidentifikasi inovasi terpilih yang dapat dikembangkan lebih lanjut untuk pengujian operasional di lingkungan sekitar bandara.

Untuk penanganan bagasi, lima tim terpilih akan dimodalkan $9,2 juta untuk mengembangkan prototipe terhitung sejak bulan September 2015 hingga bulan Juli kemarin. “Nantinya, tim penilai yang terdiri dari beberapa perwakilan senior di komunitas penerbangan akan mengevaluasi hasil kerja kami selama ini,” ungkap salah satu narasumber dari CAAS (17/8/2017).

Baca Juga: Dengan Canopy Park, Bandara Changi Siapkan Atraksi Spektakuler

Nantinya, tim yang memenangkan ajang ini akan dihadiahi uang tunai sebesar $500.000 oleh Wakil Menteri Transportasi, Ng Chee Meng dalam sebuah upacara penghargaan. “Kita harus secara sistematis dan proaktif mencari cara untuk menerapkan teknologi seperti robotika dan otomasi, untuk meningkatkan produktivitas dan menciptakan lapangan kerja yang lebih baik bagi semua pekerja transportasi udara kita,” ungkap Ng Chee Meng.

Kevin Shum, direktur jenderal CAAS, mengatakan bahwa semangat kolaborasi dan inovasi yang diciptakan oleh kompetisi – baik di dalam maupun di luar komunitas penerbangan – adalah kunci untuk memastikan bahwa industri penerbangan Singapura terus berkembang dan menawarkan banyak peluang yang menarik.

Kepala eksekutif Grup Bandara Changi Lee Seow Hiang mengatakan bahwa bandara tersebut dengan senang hati mendukung dorongan untuk inovasi yang dapat membantu meningkatkan produktivitas dan membuat lingkungan kerja menjadi lebih menyenangkan.