NATS Paparkan Beragam Cara Untuk Maksimalkan Efisiensi Bandara

Tidak dapat dipungkiri, salah satu tantangan terbesar yang dihadapi oleh pihak bandara dewasa ini adalah percepatan dalam hal perkembangan bandara itu sendiri, baik dari segi landas pacu maupun terminal penumpang. Inilah yang menjadi faktor penting pengelolaan dan memaksimalkan efisiensi bandara menjadi sangat penting. Bagaimana bisa sebuah bandara tidak melakukan pengembangan di segala aspek, sedangkan permintaan penerbangan dari berbagai pihak terus meningkat setiap waktunya?

Baca Juga: Tingkatkan Efisiensi Penerbangan, Airnav Perkenalkan Aplikasi Oasis

Satu poin yang tidak kalah pentingnya adalah kapasitas dan ketahanan suatu bandara seringkali dapat didorong tanpa harus menginvestasikan uang dalam jumlah yang besar. Sebagaimana yang dihimpun KabarPenumpang.com dari laman nats.aero, perusahaan yang bergerak di bidang pengendalian lalu lintas udara dan kinerja bandara global, NATS dipercaya untuk melakukan pengembangan kinerja bandara di beberapa negara di dunia. NATS menyebutkan bahwa ada banyak faktor yang mempengaruhi pengoperasian wilayah udara, landas pacu, hingga arus penumpang di terminal.

Sebut saja jumlah penumpang yang dapat ditampung dalam satu terminal, berapa banyak tas yang masuk ke dalam kargo, berapa jarak pemisah antar satu pesawat dengan pesawat lainnya, hingga jenis pesawat apa yang akan menggunakan landas pacu merupakan sebagian kecil faktor yang menentukan pengoperasian udara secara keseluruhan, dan faktor-faktor tersebut selalu berubah setiap harinya. Di sini, efisiensi operator bandara dipertaruhkan untuk menjaga ritme pengoperasian perjalanan udara.

NATS menilai pra-sarana bandara juga memerlukan waktu istirahatnya sendiri. Biasanya, penurunan 5-10 persen dalam pergerakan yang terjadwal setiap 4-5 jam sekali dinilai bisa sangat efektif dalam memungkinkan bandara terhindar dari gangguan moderat periodik. Tanpa itu, penundaan penerbangan bisa berkembang dengan sangat cepat dengan pembatalan penerbangan kerap kali menjadi satu-satunya jalan keluar.

Baca Juga: Bandara Changi Uji Coba Remote Air Traffic Control

Faktor terakhir ini bisa dibilang yang paling penting dari konsistensi ritme penerbangan, yaitu kinerja dari petugas kontrol lalu lintas udara dan pilot. Keduanya memegang peranan penting dalam menjaga jadwal penerbangan tetap tepat waktu. Ambil contoh di bandara yang sibuk, pengendali harus secara taktis mengatur permintaan lalu lintas udara, menyeimbangkan kedatangan dan keberangkatan untuk memastikan operasi berjalan sebaik mungkin setiap saat.

Jadi, efisiensi pengoperasian bandara tidak melulu harus menanamkan modal yang sangat besar. Masih banyak aspek yang dapat dimaksimalkan atau diatur ulang agar dapat meminimalisir pengeluaran yang mesti dikeluarkan oleh operator bandara.