Kenapa Kereta Tidak Bisa Menembus Rel Yang Tergenang Banjir? Ini Dia Jawabannya!

Sumber: tempo.co

Musim penghujan yang mulai melanda sebagian besar wilayah di Indonesia, khususnya di Jakarta memang membawa keprihatinan sendiri bagi sejumlah elemen masyarakat, salah satunya adalah penyedia jasa layanan transportasi. Ancaman banjir sepertinya terus menghantui para pebisnis di sektor ini yang akhirnya memaksa mereka untuk mencari solusi mengatasi masalah tahunan di Ibukota.

Baca Juga: INKA CC300, Mampu Lintasi Banjir, Inilah Lokomotif Diesel Karya Anak Bangsa

Untuk moda darat seperti taksi, bus, atau jasa layanan transportasi berbasis aplikasi, banjir memang bisa membatasi ruang gerak mereka. Lalu, bagaimana dengan kereta komuter yang selama ini menjadi tulang punggung warga Ibukota?

Sebagaimana yang dihimpun KabarPenumpang.com dari berbagai sumber, banjir yang menggenangi rel kereta memang bisa mempengaruhi operasional kereta itu sendiri. Untuk di Jakarta, tergenangnya rel dapat mengganggu sistem pengereman kereta. Dikhawatirkan air yang menggenangi rel tersebut akan rembes dan menyebabkan fungsi operasional dari rem tidak berjalan mulus. Akibatnya, kereta dapat kapan saja mengalami rem blong dan tidak menutup kemungkinan mengakibatkan kecelakaan.

Selain itu, rel yang tergenang banjir dikhawatirkan akan mengakibatkan pergeseran dudukan rel jika dilewati, dan tidak menutup kemungkinan kereta akan anjlok.

Di luar masalah teknis pengoperasian, tergenangnya rel juga dikhawatirkan dapat membatasi sudut pandang masinis. Ketika jalur tidak terendam banjir, masinis dapat dengan seksama memantau jalur yang memanjang di depannya, namun hal tersebut akan berbalik 180 derajat jika rel tergenang air. Jarak pandang masinis secara otomatis akan terbatas dan tidak bisa dengan seksama memperhatikan jalan. Dapat dibayangkan jika masinis tidak bisa menghindari sebuah besi yang melintang karena terendam air, dikhawatirkan kereta akan mengalami kecelakaan. Kejadian ini tentu saja ditakutkan memakan korban dan menghambat perjalanan kereta lainnya.

Di sini, PT KAI selaku induk dari pengoperasian kereta di Indonesia tidak mau mengambil resiko terlalu jauh dan lebih memilih untuk menunda perjalanan kereta jika banjir tengah menggenangi jalur. Seperti banjir yang menggenangi jalur kereta di Porong, Jawa Timur pada akhir bulan November kemarin. Humas PT KAI Daop 8 Surabaya, Gatut Sutiyatmoko membenarkan banjir yang menggenangi rel di daerah tersebut menyebabkan lima kereta tertahan perjalanannya. “Ada kereta yang tertahan di stasiun karena tidak bisa melanjutkan perjalanannya. Yakni tiga kereta penumpang dan dua kereta barang,” kata Gatut dikutip dari laman detik.com (26/11/2017).

Baca Juga: TransJakarta dan KRL Masih Terdampak Banjir Besar Kemarin

Untuk mengatasi banjir tersebut, Pusat Penanggulanagan Lumpur Sidoarjo (PPLS) siap untuk mengerahkan bantuan agar pengoperasian kereta bisa kembali berjalan normal. “Ada 8 pompa dioptimalkan. Yakni, di exit tol ada dua pompa, di entrance tol ada tiga pompa dan di titik 71 ada tiga pompa. Sementara untuk air dibuang ke Kali Ketapang,” tutur Humas PPLS, Hengky Listria Adi, dikutip dari sumber yang sama.