Kembali Ke Sekolah, Orang Tua Wajib Ajarkan Anak Keselamatan di Jalan Raya

Ilustrasi orang tua saat mengajarkan anak tentang keselamatan di jalan raya (gisborneherald.co.nz)

Lalu lintas jalan raya yang padat bisa saja membuat orang melupakan keselamatan dirinya bahkan orang lain. Padahal kehati-hatian adalah kunci dalam keselamatan baik saat berkendara maupun berjalan kaki. Di Grisborne, Oakland, Amerika Serikat, anak-anak diajak untuk kembali belajar tentang keselamatan diri mereka di jalan raya baik saat pergi maupun pulang dari sekolah.

Baca juga: Serba-Serbi Rumble Strip, “Polisi Tidur Mini” Yang Kerap Dijumpai di Jalan Tol

Petugas pendidikan keselamatan di jalan, Tairawhiti Dianne Akurangi mengatakan ingin memastikan anak-anak dan orang tua tetap aman dalam perjalanan mereka ke dan dari sekolah dengan transportasi apapun. “Anak-anak dibawah 10 tahun harus selalu bersepeda dengan orang dewasa,” ujar Akurangi yang dikutip KabarPenumpang.com dari laman gisborneherald.co.nz (26/1/2018).

Dia mengatakan, baik orang tua ataupun pengasuh bisa membantu mengajarkan anak-anak bagaimana agar tetap berada di sebelah kiri saat berjalan, melihat kondisi lalu lintas di sekitar mereka berjalan, menggunakan jalur yag benar. Selain itu juga diajarkan bagaimana cara melewati atau mendahului pengguna jalan lain dengan aman, menggunakan sinyal tangan dan cara sopan bersepeda dengan kelompok mereka.

Jika mengendarai sepeda, bermain scoot dan skating, helm merupakan alat keselamatan paling utama dan harus digunakan untuk melindungi kepala dari cedera. Helm yang digunakan juga harus ada stiker khusus yang di setujui standar helm.

Sebelum mengantar anak mereka berangkat ke sekolah sampai ke jalanan, berlututlah untuk menjadi setinggi mereka. Sebab dengan cara ini, orang tua bisa melihat sudut pandang anak-anak di jalanan dan menjelaskan potensi bahaya yang akan terjadi dan memberikan informasi untuk penanganannya.

Akurangi mengatakan, begitu pula bila orang tua mengantar anak mereka dengan mobil, pastikan mobil berhenti dengan tepat dan biarkan anak-anak masuk atau keluar dari mobil di sisi jalan setapak bukan jalan raya.

“Jika pergi dengan bus, anak-anak harus mengerti untuk berdiri di tempat perhentian bus saat menunggu. Naik dan turunlah saat bus benar-benar berhenti untuk menghindari cedera karena terburu-buru,” ujar Akurangi.

Dengan adanya peringatan di atas, pihak kepolisian juga ingin agar orang tua kembali menguji cara menjaga keselamatan anak-anak sebelum sekolah dimulai kembali. Manajer operasi pemolisian jalan Inspektur Peter McKennie mengatakan bahwa liburan musim panas yang lama membuat sebagian anak mungkin telah melupakan beberapa peraturan dasar yang harus mereka ikuti agar aman di perjalanan.

“Menambah kegembiraan mereka untuk kembali ke sekolah dan melihat teman mereka dan ini bisa berarti mereka akan kurang waspada terhadap bahaya lalu lintas di sekitar mereka,” ujar McKennie. Pihak kepolisian meminta orang tua untuk duduk bersama anak mereka sebelum akhir liburan dan berdiskusi tentang peraturan keselamatan jalan, terutama anak-anak yang akan pergi ke sekolah sendiri.

Baca juga: Perkenalkan Flagman, Robot Pengatur Lalu Lintas di India

“Bantu mereka untuk memilih rute teraman untuk sampai ke sana dan melakukan beberapa latihan berjalan atau bersepeda bersama mereka, jadi mereka terbiasa dengan rute dan tempat teraman untuk menyeberang. Uji pengetahuan keselamatan jalan anak-anak Anda sebelum sekolah dimulai kembali. Saat anak-anak kembali ke sekolah minggu depan, kami ingin orang tua meluangkan waktu untuk memeriksanya agar sesuai dengan keamanan jalan,” ujarnya