Inilah Fakta di Balik Berhentinya Produksi Boeing 747-8 Intercontinental

Boeing 747 Milik Lufthansa. Sumber: wallpapercave.com

Beberapa waktu yang lalu Boeing mengeluarkan pernyataan bahwa pesawat jetliner jumbo Boeing 747 tidak lagi diproduksi untuk varian penumpang komersial dan menggantinya dengan pengembangan varian kargo. Namun, pada awal bulan Juli kemarin, sebuah Boeing 747-8 Intercontinental dengan motif maskapai Korean Air Lines nampak tengah mengudara menuju markas perusahaan tersebut di Washington, sebagaimana KabarPenumpang.com melansir dari laman cnn.com (19/7/2017). Mungkin, penampakan tersebut merupakan pesawat 747 terakhir yang pernah dibuat dari basis produksi Boeing di Seattle.

Baca Juga: Sepi Pesanan, Boeing 747 Beralih dari “Queen of the Skies” Jadi “Flying Truck”

Pesawat yang memiliki panjang sekitar 250 kaki (sekitar 76,2 meter) tersebut rencananya akan diterbangkan ke pihak pemesan, Korean Air Lines dalam beberapa minggu mendatang. Ini merupakan sebuah ironi dimana pamor dari perintis jumbo jet ini mulai kalah dengan saingannya, Airbus A380, pesawat penumpang terbesar di dunia saat ini. Walaupun terkena ‘seleksi alam,’ pihak Boeing nampaknya sadar diri dengan menghentikan produksi pesawat komersilnya dan beralih menjadi pesawat kargo. Seperti yang dihimpun dari sumber tertera, pihak Boeing tidak mengharapkan sebuah comeback besar terhadap nasib perusahaan.

Pamor Boeing 747 mulai merosot ketika menjamurnya pesawat kecil yang bisa terbang jauh seperti pesawat jumbo jet lainnya, tentunya dengan penggunaan bahan bakar yang jauh lebih hemat. Secara otomatis, pihak maskapai yang menggunakan pesawat berukuran kecil untuk penerbangan jarak jauh dapat lebih cepat menerbangkan penumpangnya karena ketersediaan jumlah seat yang jauh lebih sedikit dibandingkan dengan jumbo jet.

Baca Juga: Tak Lagi Gunakan Airbus A380, Qatar Airways Ganti Armada Tujuan Atlanta

“Terus terang, kami benar-benar tidak melihat adanya permintaan untuk pesawat terbang berukuran besar,” ungkap Randy Tinseth, wakil presiden bidang pemasaran Boeing pada bulan Juni lalu. “Hanya ada segelintir permintaan mengenai pesawat jumbo tersebut, seperti penerbangan VIP, penerbangan kepresidenan, dan militer. Namun tidak ada angka signifikan yang melakukan pemesanan untuk pesawat penumpang 747-8s atau bahkan A380 sekalipun,” tambahnya.

Hingga saat ini, pihak Korean Air Lines sendiri mengaku belum memiliki rencana untuk kembali mengadakan pesawat jumbo lagi, seperti 747-8s atau A380. Diketahui, Korean Air Lines masih mengoperasikan keduanya secara berdampingan. Versi penumpang dari 747-8 pertama kali diluncurkan pada tahun 2011 silam dan hanya dipesan oleh beberapa maskapai, termasuk Korean Air Lines, Lufthansa dan Air China. Pesawat yang dapat menampung hingga 467 penumpang ini bisa terbang sejauh 8.000 nautical miles atau setara dengan 14.816 km.

Baca Juga: Intip Secret Airplane Bedrooms, Tempat Awak Kabin Melepas Penat

Seolah mempertegas pernyataan Boeing terkait penghentian produksi pesawat penumpangnya, Randy menyatakan akan lebih fokus dalam produksi pesawat kargo. “Ke depan, penjualan pesawat terbang akan terkait erat dengan pasar kargo,” ungkap Randy. Ternyata, kesulitan penjualan pesawat raksasa ini juga dialami oleh kompetitor utama Boeing, yakni Airbus dalam menjual A-380 double decker-nya, dengan salah satu faktor penantangnya adalah keberadaan pesawat yang ukurannya lebih kecil, namun mampu melayani direct flight menuju destinasi yang jaraknya sangat jauh.