Hadapi Petir, Es dan Angin Kencang, Pesawat Sejatinya Telah Dirancang Untuk Kondisi Ekstrim

(www.flights.com)

Sebagai penumpang pesawat yang sudah biasa menggunakan moda ini untuk bepergian, pernahkah Anda merasa sangat khawatir pada cuaca buruk saat akan tinggal landas? Pastinya rasa khawatir tetap ada dan manusiawi bila Anda akan terpikirkan hal-hal buruk. Meski teknologi radar cuaca sudah sangat maju, munculnya hujan, badai, awan gelap hingga kabut adalah keinginan alam dan sampai saat ini belum bisa diprediksi dengan tepat kapan akan terjadi.

Baca juga: Terjadi Turbulensi? Tetap Tenang dan Jangan Panik

Namun Anda harus berpikir secara bijak, bahwa pesawat yang Anda tumpangi sebenarnya sudah dirancang sedemikian rupa untuk menghadapi berbagai kondisi cuaca dan mampu mendarat dengan aman dalam kondisi ekstrim. Demikianlah pikiran positif yang harus dibangun agar Anda dapat menikmati penerbangan hingga sampai selama di tujuan. Dirangkum KabarPenumpang.com dari flights.com, berikut ini beberapa kondisi cuaca yang umumnya bisa membuat penumpang sedikit panik.

Es Menempel Disayap 
Saat Anda akan terbang dari Chicago, Minneapolis dan kota lainnya yang diselimuti salju sepanjang musim dingin, es yang menempel pada sayap pesawat adalah hal yang sering sekali terjadi. Duduk dekat dengan jendela memang tempat paling nyaman untuk meliat pemandangan, tetapi bila yang terlihat hanya kabut karena cuaca yang dingin, justru membuat tidak lagi menarik.

(www.flights.com)

Pada musim dingin, biasanya akan ada truk-truk yang akan menyirami pesawat dengan asap, sebab bila embun beku atau kristal-kristal es menempel di bagian tertentu pesawat terbang, bisa menghalangi aliran udara dan membuat pesawat tidak jadi lepas landas.

Selain itu cuaca saat hujan badai akan menjadi masalah saat lepas landas. Tetapi Federal Aviation Administration (FAA) mengatakan, semua pesawat yang ada memiliki ambang batas keselamatan tertentu. Seperti terbang melalui awan saat hujan, sebenarnya tak masalah, dikarenakan pesawat dirancang untuk menangani hujan badai yang signifikan.

Jelasnya adalah, pesawat tidak akan mengalami kebocoran walaupun hujan badai terjadi saat pesawat sedang terbang. Beda lagi bila hujan yang bisa membuat beku, ini adalah pengecualian untuk penerbangan. Sebab hujan tersebut bisa membuat es menumpuk di sayap dan pastinya pesawat yang Anda tumpangi tidak akan jadi lepas landas sama sekali.

Disambar Petir
Lain halnya lagi dengan pesawat yang terbang dan petir sedang terjadi di awan. Tak perlu panik sebab saat petir menyambar, akan menghasilkan aris listrik dan bergerak spanjang logam yang berada di pesawat sehingga kemungkinan arus listrik tersebut keluar dari bagian ekor.

Bagi Anda penumpang yang berada di dalam pesawat tak perlu khawatir, sebab bagian kabin didesain dengan sedemikian rupa dan kursi Anda tidak bisa menjadi konduktor listrik. Untuk diketahui, setiap pesawat di Amerika Serikat dalam setahun sekali pasti tersambar petir. Memang, petir menimbulkan bahaya pada penerbangan, tetapi penumpang tetap akan aman dalam pesawat.

Baca juga: Anda Takut Naik Pesawat Terbang? Mungkin Aerophobia Penyebabnya!

Angin Kencang
Angin juga bisa menjadi salah satu penyebab yang membuat jantung Anda berdebar kencang saat berada dalam pesawat. Angin bisa membuat turbulensi udara, tetapi tidak semuanya selalu disebabkan oleh angin. Turbulensi sendiri sebenarnya juga bisa terjadi bila ada aliran angin yang kuat atau badai angin.

Kabar baiknya adalah angin yang ekstrem umumnya aman untuk penerbangan meski bisa membuat minuman Anda tumpah atau tidak bisa menggunakan toilet untuk sementara waktu. Saat lepas landas atau mendarat, angin hanya akan menjadi faktor biasa, sebab pesawat bisa menahan sekitar 25 knots atau sekitar 47 km per jam angin yang melintas di landasan.